Categories: Riau

Usil di Medsos, Warga Duri Didenda Adat Seekor Kerbau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Gara-gara postingan usil media sosial (medsos), pemilik akun bernama RS yang merupakan warga Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis dihukum secara adat karena melontarkan hinaan berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) kepada masyarakat suku Sakai.

Dalam hal itu dia didenda dengan ketentuan adat yang berlaku, salah satunya dengan mengganti seekor kerbau. Penyerahan denda tersebut diserahkan di kawasan Baromban Petani, Ahad (23/8/2020) pagi.

Sekretaris Majelis Sakai Riau, Suhardi SH mengatakan, atas perbuatannya yang menghina suku Sakai di jejaring media sosial tersebut, pemilik akun dijatuhi hukuman adat dan denda oleh Tetua adat Sakai Baromban Petani, Datuk Abian bin Painan.

"Denda adat yang diterapkan yaitu dengan mengganti seekor kerbau, kemudian emas yang diganti dengan uang Rp5 juta, kain kafan, beras, alat masak secukupnya dan tapak sirih. Dengan kondisi dan keuangan pelaku, jadi ada sedikit peringanan seperti itu, sementara untuk prosesi adat ini sedang dibahas," kata Suhardi, kepada Riaupos.co, Ahad (23/8/2020).

Dijelaskannya, awalnya pemilik akun medsos tersebut melontarkan hinaan yang mengandung unsur SARA. Hinaan tersebut bertuliskan kata-kata kasar yang dinilai sudah keterlaluan dan membuat kegaduhan.

"Kalau dari cerita pelaku, saat dia pergi melihat penilar (lukah) untuk menjerat ikan di sungai, penilarnya seperti sudah diangkat dan ikannya kosong, selanjutnya dia pulang. Ketika dia sampai di sepeda motor, air minum yang terletak di sepeda motor juga hilang. Itulah penyebab dia membuat status di medsos itu," tambah Suhardi.

Pada Ahad pagi, perwakilan pemilik akun media sosial tersebut menyerahkan seekor kerbau sebagai denda tersebut di Desa Petani. Sementara prosesi adat yang akan dilangsungkan bersama para tetua adat Sakai masih dalam tahap pembahasan untuk menentukan waktu.

Laporan: Panji A Syuhada (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Minyak, Perang, dan Rapuhnya APBN Kita

Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak global. Indonesia dinilai rentan akibat ketergantungan impor energi…

8 jam ago

Hotel Aryaduta Pekanbaru Ikut Earth Hour, Padamkan Lampu Demi Bumi

Hotel Aryaduta Pekanbaru ikut Earth Hour dengan aksi padamkan lampu. Kampanye ini ajak masyarakat peduli…

8 jam ago

LPJU Tak Berfungsi, Jalan Sudirman Pekanbaru Jadi Rawan Kecelakaan

Lampu jalan di Jalan Sudirman Pekanbaru banyak tak berfungsi. Pengendara mengeluh karena gelap dan rawan…

9 jam ago

Tak Ada Toleransi, ASN Mangkir Usai WFA Siap Disanksi

ASN Pemprov Riau wajib kembali masuk kantor usai WFA berakhir. Pengawasan diperketat, tak ada toleransi…

9 jam ago

Pemko Pekanbaru Minta Provider Pindahkan Kabel ke Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru dorong kabel fiber optik dipindahkan ke bawah tanah. Langkah ini untuk menata kota…

9 jam ago

Truk Tangki Hantam Motor di Minas, Dua Orang Tewas di Tempat

Kecelakaan maut di Minas, Siak, dua pengendara motor tewas setelah ditabrak truk tangki. Diduga truk…

9 jam ago