FOTO BERSAMA: Kadispora Riau Doni Aprialdi foto bersama dengan peserta sosialisasi bahaya narkoba HIV/AIDS di PCR Rumbai, Senin (21/10/2019). (Soleh Saputra/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, sudah memasuki titik ke-11. Pelaksanaan kegiatan di titik ke-11 ini dipusatkan di Kampus Politeknik Caltex Riau (PCR), Senin (21/10).
Kadispora Riau, Doni Aprialdi yang juga langsung hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, meskipun kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba ini sudah akan selesai pada titik ke-13, namun pihaknya tidak akan berhenti sampai di sana untuk terus mengkampanyekan bahaya narkoba ini.
"Ini sudah titik ke-11, tapi kami akan terus melanjutkan kegiatan ini ke sekolah-sekolah meskipun tidak ada dananya. Kami tidak ingin generasi muda di Riau rusak oleh narkoba ini," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, para korban yang sudah menggunakan narkoba menurutnya adalah orang kampungan yang tidak tahu akan bahaya barang terlarang tersebut. Untuk itu, ia mengajak para pemuda, pelajar yang ada di Riau untuk tidak sekalipun mencoba narkoba.
"Orang pintar tidak pernah menggunakan narkoba. Yang menggunakan narkoba itu adalah orang kampungan. Mereka tidak tahu bahayanya, tidak ada orang sukses karena menggunakan narkoba," tegasnya.
Dikatakan Doni, setiap sekolah yang berada di sekitar lokasi pelaksanaan acara diambil perwakilan sebanyak 20 hingga 30 orang yang nantinya akan menjadi duta antinarkoba di daerahnya. Dengan jumlah tersebut, diharapkan bisa semakin banyak pelajar yang tahu akan bahaya dari narkoba.
"Ada empat titik yang menjadi fokus kegiatan kami, yakni di Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar dan Pekanbaru. Pada tahun selanjutnya, jika memungkinkan maka juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya di Riau," ujarnya.
Puncak dari kegiatan ini, lanjut Doni, yakni pada 27 Oktober mendatang, akan dilaksanakan kegiatan deklarasi pemuda Riau antinarkoba yang juga diisi nyanyian lagu-lagu Melayu. Kegiatan ini juga ditargetkan akan mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
"Akan ada 4.500 pemuda yang mendeklarasikan antinarkoba ini. Kegiatan ini in sya Allah juga akan dihadiri oleh Gubernur serta Wakil Gubernur Riau dan juga Kepala BNN Pusat," sebutnya.(ifr)
Laporan SOLEH SAPUTRA
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…