Categories: Riau

Targetkan Ketok Palu APBDP Akhir Bulan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) –Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau tengah membahas rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP)  2020. Adapun proses saat ini, komisi di DPRD sedang membahas item anggaran dengan masing-masing dinas. Jika tidak ada halangan, dewan menargetkan ketok palu APBD P bisa terlaksana akhir bulan ini. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto kepada Riau Pos, Senin (21/9).

"Saat ini sudah masuk laporan hasil pembahasan masing-masing komisi ke Banggar. Tentu tahapan berikutnya banggar dan TAPD melanjutkan rapat rancangan KUA-PPAS 2020 Perubahan. mudah-mudahan nanti malam sudah bisa langsung nota keuangan," sebut Hardianto.

Adapun proses pembahasan hingga saat ini dikatakan dia masih sesuai tahapan. Pihaknya bersama TAPD terus melakukan pembahasan bahkan hingga larut malam. Ada beberapa mata anggaran yang menjadi sorotan DPRD.

Salah satunya adalah kebutuhan pembiayaan antisipasi penyebaran Covid-19, hingga akhir tahun nanti. Namun dia belum bisa menyampaikan, apakah anggaran yang sudah ada ditambah atau tidak.

Itu dikarenakan pihaknya masih membahas item anggaran tersebut secara berkesinambungan bersama TAPD. Termasuk juga melakukan evaluasi terhadap anggaran yang telah terpakai. Sehingga menurut dia, pembahasan bakal membutuhkan waktu yang cukup lama. Mengingat DPRD sendiri ingin rencana kerja pemprov untuk menangani penyebaran Covid-19 bisa lebih baik.

"Kita belum bisa bicara penambahan. Kita harus dudukan dulu dengan matang bersama TAPD," pungkasnya.

Disinggung mengenai usulan Fraksi Demokrat agar angaran untuk bantuan langsung tunai (BLT) masyarakat ditambah, Hardianto menyebut usulan tersebut juga masih dibahas. Termasuk juga melakukan evaluasi terhadap BLT yang telah diplotkan untuk pemerintah kabupaten/kota.

Karena sampai saat ini, anggaran BLT yang dikucurkan pemprov masih banyak belum sampai ke masyarakat. Padahal seharusnya hal itu menjadi tanggungjawab pemkab/pemko masing-masing daerah.

"Kan persoalan BLT kita masih lihat. Apakah perlu ditambah? Karena sampai saat ini saja masih banyak daerah yang belum menyalurkan ke masyarakat. Padahal gampang sekali, tinggal data masyarakat penerima, transfer. Tapi kita enggak tau juga ini kesalahannya ada dimana. Ini sedang kami evaluasi," tambahnya.(gem)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis Disambut Antusias, Warga Rohul Ucapkan Terima Kasih

Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…

2 hari ago

Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali, Afrika Selatan Siap Hadapi Kanada

Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…

2 hari ago

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, BRK Syariah Siap Sukseskan SE2026

BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…

2 hari ago

Mahasiswa Umri Jadi Korban Pemukulan Saat Demo di DPRD Riau, IMM Desak Investigasi Transparan

Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…

2 hari ago

Longsor Terjang Lembah Anai, Jalan Utama Padang–Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…

3 hari ago

Pendaftaran SMP Negeri Pekanbaru Segera Ditutup, Ribuan Calon Siswa Berebut Kursi

Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…

3 hari ago