Categories: Riau

Warga Binaan Juga Perlu Healing

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Healing, istilah kekinian itu tidak hanya bisa dinikmati oleh orang-orang bebas. Para narapidana juga berhak mendapatkan healing. Kegiatan ini tidak hanya memberikan penyegaran pikiran bagi para napi, tapi juga untuk kesehatan.

Kegiatan Healing ini dinikmati warga binaan pemasyarakat (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nakotika Kelas II B Rumbai. Puluhan napi tersebut mengikuti aktivitas luar ruangan, outbound, bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dalam kegiatan yang bertajuk Healing Time, Kamis (21/7).

Tidak kurang dari 50 napi dari program pembinaan pramuka tersebut mengikuti kegiatan fisik yang ceria. Kegiatan dikemas PKBI dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan. Hal itu dimaksudkan agar para napi benar-benar mendapatkan manfaat healing tersebut.

Berbagai permainan kekompakan, olahraga, kegiatan ketangkasan digelar. Para napi diajak melakukan kegiatan ringan, sehat, sekaligus menimbulkan
keceriaan. Tidak jarang mereka terlihat tertawa lepas di sela-sela prosesi kegiatan yang memang dikemas supaya menarik oleh tim dari PKBI. Terkait kegiatan ini, Kepala Lapas Narkotika Rumbai Robinson Peranginangin menyebutkan, para napi memang berhak untuk mendapatkan healing. Apalagi menurutnya, berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang No 12 Tahun 1995 tentang Lapas, yang memiliki tugas dan fungsi pembinaan  dengan tujuan untuk mencegah kembali terjadinya tindak pidana, memulihkan keseimbangan dan meyelesaikan konflik. Lapas juga dituntut memperbaiki napi dan mempersiapkan mereka agar kembali bisa berbaur secara sehat dengan masyarakat.

"Pada hakikatnya, para WBP juga berhak untuk mendapatkan healing time, layaknya masyarakat umum lainnya. Jika tidak bisa healing keluar, karena masih dalam masa hukuman. Kita bisa mengatasi keterbatasan dengan memanfaatkan lokasi Lapas dengan melakukan kegiatan outbond," terang Robinson.

Kegiatan seharian itu menurut Robinson juga  berguna untuk menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi stress. Kegiatan itu juga berguna untuk menjaga silaturahmi dan kekompakan sesama napi dan agar tidak merasa tertekan hingga terlalu larut dalam permasalahan masing-masing.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Riau Mhd Jahari Sitepu mengapresiasi kegiatan yang digelar Lapas Kelas II B Narkotika Rumbai tersebut. Dalam melakukan pembinaan, Lapas harus kreatif dalam melakukan inovasi.

"Saat ini kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas di dalam Lapas dan Rutan. Langkah yang dilakukan oleh Lapas Narkotika Rumbai dengan melakukan outbond meskipun di dalam Lapas dapat meningkatkan keakraban sesama WBP serta dapat memperkuat imunitas, sehingga WBP tetap sehat secara fisik dan mental," sebut Jahari.(end)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago