BERSAMA UAS: Ustaz Abdul Somad (dua kiri) jalan bersama Gubernur Sumut Edi Rahmayadi (kiri) dan Wagub Sumut Musa Rajekshah di Medan, Selasa (20/8/2019)SUTAN SIREGAR/JPG
MEDAN (RIAUPOS.CO) Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi tablig akbar di Masjid Agung Medan, Selasa (20/8). Dalam kesempatan itu UAS sempat menyinggung dirinya yang dilaporkan ke Polda NTT akibat ceramah tanya jawab pada tiga tahun lalu.
"Sebagai warga negara yang baik, saya siap. UAS tidak akan pernah lari," katanya disambut tepuk tangan ribuan jamaah.
UAS juga mengungkapkan, dirinya tidak pernah takut dengan berbagai ancaman dalam dakwah yang dijalaninya. "Kalau besok UAS mati, saya yakin akan tumbuh seribu UAS-UAS baru. Saya tidak pernah takut mati selama berada di jalan Allah dan Rasulullah," katanya.
Sebelumnya, UAS mengklarifikasi soal isi ceramahnya tentang salib dan patung yang videonya kini tersebar di media sosial (medsos). UAS menegaskan bahwa substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah seorang jamaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.
Klarifikasi UAS itu diunggah dalam akun resmi sosial media Youtube milik FSRMM TV pada Ahad (18/8).
"Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami," kata UAS.
Ia menjelaskan bahwa ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan di Masjid Raya An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Kata UAS, subtansi ceramah tersebut hanya untuk menjawab pertanyaan dari jamaah tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS yang tertera dalam Alquran dan sunnah Rasulullah Muhammad SAW.
"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion. Bukan di lapangan sepakbola, bukan di TV. Tapi untuk internal umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Isa AS untuk orang Islam dalam Alquran dan sunnah Rasulullah SAW," katanya.
Selain itu, UAS mengatakan selama ini dirinya kerap berdakwah dengan metode tanya jawab agar memberi ruang bagi jamaah untuk bertanya berbagai pertanyaan seputar agama Islam. UAS mengaku heran mengapa ceramahnya tersebut baru dipersoalkan oleh banyak orang saat ini. Ia menegaskan tak merasa bersalah karena ceramah tersebut tak memiliki tendensi untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Sumber : Sumut Pos
Editor Rinaldi
Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…
Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…
Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…
Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…
Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…
PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…