TENSI: Tiga dokter yakni dr Evan Handoro, dr Fadhil M Farreyra dan dr Awida Hidayatu didampingi Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bengkalis Rita Puspa dan Kepala Bidang Pelayanan Suiswantoro saat pemeriksaan tensi.
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) — Sempena memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2019, pihak Komite Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis, Sabtu (18/5) menggelar sosialisasi dan menjaring warga yang terkena hipertensi.
Kegiatan penjaringan penyakit hipertensi dalam bentuk pemeriksaan gratis bagi warga yang datang ke RSUD Bengkalis. Pada kegiatan ini, pihak RSUD menempatkan beberapa dokter untuk menyapa dan mengimbau warga agar bersedia diperiksa tekanan darahnya.
Para dokter tersebut adalah dr Evan Handoro, dr Fadhil M Farreyra dan dr Awida Hidayatu. Mereka didampingi langsung oleh Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Bengkalis Rita Puspa dan Kepala Bidang Pelayanan Suiswantoro.
Selama hampir tiga jam, dibuka sekitar pukul 08.00 – 11.00 WIB, sebanyak 53 warga yang bersedia secara sukarela memeriksa tekanan darah secara gratis. Ini untuk mengetahui apakah memiliki gejala penyakit hipertansi. Memang tidak semua warga yang diperiksa saat itu memiliki penyakit hipertensi.
Tak hanya memberikan layanan pemeriksaan hipertensi, pihak Komite Medik RSUD Bengkalis juga menggelar sosialisasi atau advokasi kepada warga di ruang tunggu poli dokter. Di sela-sela warga menunggu panggilan untuk berkonsultasi atau mendapat perawatan dari dokter, mereka disuguhkan pemaparan dokter muda dan ganteng dr Evan Handoro.
Penuh semangat dan energik, dokter berkulit putih dan bertubuh tinggi ini, memaparkan tentang apa dan mengapa penyakit hipertensi bisa menjangkiti setiap orang. Serta bagaimana menangani penyakit tersebut.
Menurut dr Evan Handoro, setiap orang mempunyai potensi untuk terkena hipertensi. Hal ini sebabkan beberapa faktor seperti pola hidup, stres dan faktor genetik.
Tidak hanya itu, dr Evan juga menyarankan agar mengkonsumsi buah dengan bervariasi, namun dilihat jenis buah yang bakal dikonsumsi. Yang perlu diingat, buah yang dikonsumsi sebaiknya dikunyah ketimbang diblender. Alasannya, buat cepat kenyang sehingga mengurangi konsumsi nasi. Ini akan membuat pencernaan lebih bagus.
Setelah mendengarkan panjang lebar mengenai apa itu hipertensi, beberapa ibu melontarkan pertanyaan. Seperti, olahraga apa saja yang dianjurkan untuk penderita hipertensi. Kemudian, mengapa usia muda tapi sudah punya hipertensi,
Setiap warga yang bertanya, langsung diberi souvernir berupa buku saku panduan tentang penanganan hipertensi.
Menurut dr Evan, untuk mengatasi penyakit hipertensi ini, warga diminta menjagakan pola makan, olahraga, minimal jalan cepat bisa. Atau bersepeda minimal 30 menit selama 5 hari dalam sepekan.(evi)
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…
Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…