Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger disalami Menkopolhukam Wiranto dalam satu acara, beberapa waktu lalu. (DOK.RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edwar Sanger mengaku prihatin dengan viralnya berita tentang penolakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terhadap bantuan petugas karhutla dari Pemprov DKI Jakarta.
Dikesankan, seolah-olah Riau arogan dengan menolak mentah-mentah bantuan dari DKI itu. Padahal, kata Edwar, kronologisnya tidaklah seperti itu. Menurut Edwar, pihaknya ditelepon oleh BPBD DKI Jakarta terkait rencana bantuan petugas karhutla yang akan didatangkan ke Riau.
"Niat baik mereka tentu kita sambut dengan baik juga. Tapi tentu perlu kita bicarakan dulu di satgas kita," ungkap Edwar di Pekanbaru, Selasa (17/9/2019).
Setelah dibahas di satgas, dengan melihat dan menimbang ketersediaan petugas karhutla yang saat ini sedang bekerja memadamkan titik api di berbagai kabupaten/kota di Riau, akhirnya diputuskan bahwa untuk saat ini Riau belum memerlukan.
"Sekarang petugas kita ada sekitar 6 ribu orang yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA dan petugas dari beberapa perusahaan swasta," jelasnya.
Dengan jumlah petugas yang sudah sangat banyak dan hotspot (titik api) yang sudah jauh berkurang, tentu lebih baik Pemprov DKI membantu provinsi lain yang saat ini hotspotnya jauh lebih banyak, seperti Jambi, Sumsel atau daerah Kalimantan.
"Jadi kita bukan menolak mentah-mentah. Ini setelah kita bahas bersama Tim Satgas. Setelah itu saya sampaikan baik-baik kepada BPBD DKI bahwa untuk saat ini kami belum memerlukan," kata mantan Plt Wali Kota Pekanbaru itu.
Jika nanti Riau memerlukan, tentu dengan senang hati akan menyambut baik bantuan dari DKI itu. "Jadi kami mohon masalah ini janganlah dipolitisasi," tutupnya penuh harap.
Laporan : Eka G Putra
Editor : Firman Agus
Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…
Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.
Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…
Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…
Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…
PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.