Indra Gunawan Eet
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kabut asap pekat dengan kualitas udara pada level berbahaya masih menyelimuti udara wilayah Riau selama beberapa pekan terakhir. Atas kondisi ini wakil rakyat pun meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah tingkat provinsi agar segera menetapkan status menjadi darurat bencana nasional.
Hal ini ditegaskan legislator DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet Phd kepada wartawan. Menurutnya, dengan berbagai langkah yang sudah dilakukan, upaya fokus dan serius perlu diprioritaskan dengan kondisi Provinsi Riau sekarang ini.
"Penanganan bencana ini harus diseriusi, seluruh pihak harus turun, prioritaskan penanganan segera karena seluruh masyarakat Riau sudah terdampak,” tegas Indra.
Dijelaskan politisi Golkar tersebut, dengan penanganan bencana lebih serius, diharapkan upaya menghilangkah titik api yang memproduksi asap sehingga kualitas udara terus memburuk dapat segera dilakukan. Karenanya kepada Pemprov Riau, Ia meminta agar mengerahkan seluruh daya dan upaya.
"Maksimalkan secara menyeluruh, kami dukung upaya-upaya penanganan serius,” sambungnya.
Dengan status Riau yang masih pada siaga darurat karhutla, menurutnya, sudah sepatutnya pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kemudian menaikkan status menjadi darurat bencana nasional atau sebutan lainnya.
"Status harus dinaikkan, mau bencana darurat nasional atau lainnya silakan. Yang penting harus jadi atensi seluruh pemangku kepentingan agar menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan ini,” pungkasnya.
Laporan : Eka Gusmadi Putra
Editor : Firman Agus
Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…
Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…
SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…
Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…
ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…
Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…