Categories: Riau

Dapat Dukungan Miliki Saham Blok Rokan, LAMR Gelar Syukuran

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Merasa sudah difasilitasi dengan baik  dan mendapatkan peluang untuk ikut mengelola Blok Rokan melalui skema Business to Business (B to B) dari DPR RI dan pemerintah pusat, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengadakan kegiatan syukuran bertempat di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru,

Sabtu (13/2).  Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Syahril Abu Bakar mengatakan, syukuran tersebut dilaksanakan karena keinginan masyarakat Riau, masyarakat adat Riau untuk ikut serta bersama pihak Permina dalam memiliki saham Blok Rokan, mendapatkan respon yang baik.

"Alhamdulillah keinginan untuk ikut mengelola Blok Rokan melalui kepemilikan saham diperkenankan, baik oleh bapak presiden maupun pihak DPR RI melalui Komisi VII," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihak DPR RI melalui Panja Migas juga akan memfasilitasi LAMR melalui Badan Usaha Milik Adat (BUMA) dengan PT Pertamina, SKK Migas dan PT PGN. Dalam pertemuan itu, akan dibahas mengenai keinginan LAMR terkait kepemilikan saham di Blok Rokan.

"Untuk kepemilikan saham itu, kami tetap minta 39 persen. Jadi itu nantinya yang akan dibicarakan dengan pihak-pihak terkait. Tapi yang jelas pak presiden dan DPR RI sudah memberi kesempatan bagi LAMR untuk ikut mengelola Blok Rokan melalui kepemilikan saham," sebutnya.

Saat ditanyakan kapan kepastian bahwa LAMR akan mendapatkan saham tersebut, Syahril menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sedang membentuk tim teknis yang akan bernegosiasi dengan pihak Pertamina, SKK Migas dan pihak terkait lainnya.

"Untuk keperluan pendanaan, kami sudah bekerjasama dengan pihak ketiga. Tapi siapa pihak ketiga itu, tak usahlah kami sebutkan, itukan rahasia perusahaan. Yang jelas kami siap," ujarnya.

Terkait Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengelolaan Blok Rokan nantinya, menurut Syahril bahwa tenaga kerja yang ada saat ini tetap akan dipertahankan. Pasalnya, tenaga kerja saat ini juga 95 persen adalah anak Riau.

"Jadi untuk SDM tidak ada masalah, tetap akan dipakai yang lama. Karena yang selama ini bekerja di sana juga merupakan anak-anak Riau," katanya.

Khusus untuk B to B, pihaknya murni menggunakan swasta, karena Pemprov Riau sudah mempunyai Participan Interest 10 persen. Namun jika nantinya pemerintah provinsi juga berminat, LAMR tetap membuka.

"Nanti akan kami tanyakan kepada Pemprov Riau, apakah mau ikut dalam B to B ini, atau cukup di 10 persen itu," ujarnya.(sol)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago