Bupati Siak Afni Zulkifli (tiga kanan) foto bersama CEO Riau Pos Group Ahmad Dardiri (empat kanan), Direktur / Pemimpin Redaksi Riau Pos Firman Agus (dua kanan), Manajer Pemasaran Riau Pos Abdul Kadir Bey (kanan), Manajer Umum Riau Pos Lastriani (kiri), Penjab Iklan Riau Pos Tengku Rasmin (dua kiri), Manajer Keuangan Riau Tv Hidayat Algerie (tiga kiri), Pemimpin Redaksi Riau Tv Heru Rinaldo (empat kiri) saat kunjungan ke Kantor Riau Pos di Gedung Graha Pena Riau, Rabu (13/8/2025).EVAN GUNANZAR/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z mengaku seperti pulang ke rumah saat berkunjung ke Redaksi Riau Pos, Rabu (13/8). Kunjungan ini menjadi momen nostalgia baginya, mengingat awal kariernya dimulai di dunia jurnalistik bersama salah satu media di bawah Riau Pos Group (RPG).
“Kalau ini seperti kembali ke rumah, karena dulu saya kerja di sini. Terakhir saya jadi pemimpin redaksi. Jadi suasananya ya suasana rumah,” ujarnya di Lantai 3 Graha Pena Riau, Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru.
Afni disambut CEO RPG Ahmad Dardiri, Pemimpin Redaksi sekaligus Direktur Riau Pos Firman Agus, Wakil Pemred Riau Pos Eka Gusmadi Putra, Pemred Riau Televisi Heru Rinaldo, dan sejumlah pimpinan divisi. Ia mengaku banyak bertemu rekan lama yang dulu pernah melewati dinamika liputan bersama.
Menurut Afni, kerja sama pemerintah daerah dan media bukan sekadar urusan pemasangan iklan atau penjualan koran. Di Siak, media menjadi bagian dari unsur pentahelix, ikut terlibat dalam proses pengambilan kebijakan. “Media punya peran strategis. Kita akan naikkan level kolaborasinya,” ucapnya.
Ia juga menegaskan perlunya membedakan wartawan profesional dengan oknum yang mengatasnamakan profesi tersebut. “Keterbukaan informasi bukan berarti kebablasan. Tetap harus mematuhi UU Pers dan kaidah jurnalistik,” tegasnya.
Afni mengajak media merumuskan konsep kolaborasi yang saling menguntungkan. Ia bahkan siap menjadi “laboratorium” bagi insan pers untuk mengembangkan model kerja sama. “Hubungan pemerintah daerah dan media harus lebih bermakna, tidak sebatas transaksi,” katanya.
Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan RI, Afni mengingatkan kembali peran media dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia berharap semangat itu kembali dihidupkan untuk mewarnai pembangunan daerah.
Terkait kondisi Siak, Afni mengungkap tantangan utama saat ini adalah penataan keuangan daerah yang tengah dikelilingi utang besar. Fokusnya adalah membayar utang secepat mungkin, diiringi pembenahan tata kelola pemerintahan, agar program pembangunan bisa berjalan optimal mulai tahun kedua masa jabatannya.
Afni menegaskan, pemerintahannya tidak akan membawa dendam politik dan akan menjalankan manajemen berbasis kinerja, termasuk kontrak kinerja untuk kepala dinas. Gaya kepemimpinannya yang tegas disebutnya lahir dari pengalaman membongkar masalah birokrasi dan latar belakang sebagai jurnalis investigasi.
Ia juga mendorong peran media sosial sebagai kanal informasi publik dengan mewajibkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki admin khusus.
CEO RPG Ahmad Dardiri mendoakan Afni sukses memimpin Siak. “Kami punya tanggung jawab moral untuk mengawal karena kita punya histori,” ujarnya.(ali)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…