Categories: Riau

Seleksi Skuad Angkat Besi SEAG di Pra-PONÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pra-PON angkat besi di Bandung pekan depan (20-23/8) sangatlah penting bagi para penghuni pelatnas. Sebab, ivent tersebut tidak hanya untuk menyeleksi siapa saja yang bakal meraih tiket ke PON XX/2020 Papua. Tapi sekaligus menjadi ajang promosi-degradasi skuad yang diproyeksikan buat SEA Games 2019 Filipina. 

PB PABBSI mengirim 17 lifter ke Pra-PON. Meskipun di sana nanti mereka bakal mewakili daerah masing-masing. Untuk SEA Games, angkat besi mendapatkan kuota 10 atlet. Dengan rincian, empat putra, dan enam putri. 

Pelatih kepala pelatnas angkat besi Dirdja Wihardja menjelaskan, dalam multiiven dua tahunan itu, mereka akan menurunkan kekuatan penuh. Sebab, Indonesia ingin mempertahankan gelar juara umum. 

''Mau tidak mau. Karena SEA Games ini juga masuk babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Jadi pasti yang senior juga turun,'' jelas Dirdja, saat ditemui di mes Kwini, Jakarta Pusat, kemarin. ''Wah, jadi ketahuan deh skuad putranya,'' celetuk dia, lantas tertawa. 

Menurut Dirdja, sepekan sebelum Pra-PON ini dimanfaatkan para lifter pelatnas untuk banyak-banyak melakukan simulasi pertandingan. ''Dari tes angkatan bulan lalu, semua ada peningkatan. Yang jelas Pra-PON nanti kami adakan promdeg dan ambil hasil yang terbaik,'' ulang dia. 

Agar tidak dipulangkan ke daerah, para penghuni pelatnas wajib menjadi yang terbaik di kelasnya masing-masing. Akan tetapi, tim pelatih juga tidak akan begitu saja mencomot lifter yang bersinar di Pra-PON. Mereka bakal melakukan check and recheck dengan melakukan tes doping. Sebagai pelatih, Dirdja tentu berharap lifter yang saat ini berlatih di Kwini bisa bertahan.(jpg)

Salah seorang lifter muda pelatnas, Putri Aulia Andriani, agak grogi menatap Pra-PON ini. Bagi lifter kelas 59 kg asal Pontianak, Kalimantan Barat tersebut, ajang ini sangat penting. ''Pasti kepikiran itu (promdeg, Red). Tapi saya ingin memberikan hasil yang terbaik. Kalau misalnya lolos SEA Games saya ingin bawa medali untuk Indonesia,'' papar Putri.

Sepeninggal Acchedya Jagaddhita, menurut Dirdja, lifter kelahiran 16 Mei 2002 itu bakal bintang baru di angkat besi. Hanya dalam waktu tiga bulan sejak bergabung di Kwini, angkatannya cukup menjanjikan. Dia membukukan total angkatan 186 kg. Rinciannya snatch 83 kg dan clean and jerk 103 kg.(feb/na/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

10 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

10 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

10 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

10 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

11 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

22 jam ago