Categories: Riau

Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture

(RIAUPOS.CO) — PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Siak bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG), melakukan kajian Hydrologi gambut dan pengembangan teknologi Aero Hydro Culture.

Pengembangan teknologi Aero Hydro Culture ini hasil dari penemuan Prof Ozaki dari Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan hasil dari perkebunan kelapa sawit di lahan gambut, juga menjaga ekosistem gambut.

Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten menyambut baik dan sangat mendukung dengan adanya kegiatan pengembangan teknologi terbaru ini di Kabupaten Siak.

“Jika ada kendala dalam pengembangan teknologi ini, kami Pemerintah Kabupaten Siak akan memfasilitasi dan siap membantu,” ujar Hendrisan saat membuka kegiatan pelatihan pembuatan kompos di lokasi riset Aerohydro Culture Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kamis  (13/6).

Dalam hal ini, BRG juga bekerjasama dengan Word Research International (WRI) Indonesia, LIPI, Unri, Balitbang, Pertanian Pusat, Badan Penelitian Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (LHK), serta melibatkan NGO (LSM) yang tergabung dalam Sedagho Siak, seperti Winrock, WRI, dan Elang.

Hendrisan juga berpesan kepada kelompok tani, agar mengikuti pelatihan tersebut  dengan sebaik mungkin, sehingga teknologi ini benar-benar bisa diterapkan di lahan gambut di daerah Siak.

Dirinya berharap dengan teknologi terbaru ini nantinya hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat akan meningkat, tentunya akan meningkatkan penghasilan mereka.

Sementara Prof Anton dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, menjelaskan bahwa teknologi Aero Hydro Culture merupakan teknologi yang berfungsi untuk memancing akar tanaman naik ke atas, sehingga lebih mendapat makanan dari pupuk organik yang telah disediakan.

“Teknologi Aero Hydro Culture, terbuat dari pupuk organik yang dibuat dari rumput, tandan sawit yang kosong (tangkos), dan campuran kotoran hewan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak Budiman Safari menambahkan, teknologi ini  akan coba dikembangkan terlebih dahulu di lahan Koperasi Beringin Jaya, Kampung Koto Ringin dengan luas kurang lebih 400 hektare.

“Setelah teknologi ini berhasil dikembangkan, saya berharap koperasi Beringin Jaya menjadi pengembang usaha primadona bagi pelaku usaha sawit di daerah lain,” ungkapnya.(adv/a)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago