Penyerahan bantuan secara simbolis dari manajemen PLN Nusantara Power kepada Kepala Desa Pulau Terap Defri Yunendra. (PLN Nusantara Power untuk Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengamanatkan bahwa pendidikan adalah kebutuhan dasar dan sifatnya harus inklusif dimana semua kalangan harus bisa mengakses pendidikan layak tanpa terkecuali. Sarana dan prasarana pendidikan juga diharapkan merata baik di jenjang pendidikan dasar sampai ke pendidikan tinggi.
Pendidikan juga menjadi salah satu fokus Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Karenanya, pendidikan mendapat perhatian khusus dari perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan tanah air.
Terbaru, PLN Nusantara Power melalui Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru melaksanakan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pendidikan ke Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) Muhammadiyah Pulau Terap, Kabupaten Kampar, Kamis (5/12).
Dalam sambutannya, Manager UP Pekanbaru Erryawan Kusuma mengungkapkan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan juga harus dirasakan lembaga pendidikan non formal. “Kami melihat pendidikan non formal ini kurang tersentuh kebijakan, sementara di daerah pedesaan, keberadaannya lebih dibutuhkan daripada pendidikan formal,” jelasnya.
“Maka menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan seluruh tenaga pengajar, hingga murid-murid di lembaga pendidikan non formal ini juga merasakan fasilitas pendidikan terbaik,” tutup Erryawan yang menjelaskan bahwa UP Pekanbaru secara khusus bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan non formal.
Menerima bantuan secara langsung, Kepala Desa Pulau Terap Defri Yunendra mengapresiasi kepedulian PLN Nusantara Power. “Suatu kehormatan bagi kami menerima bantuan dari PLN Nusantara Power. Saya harus menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena ada yang menyambut baik misi mulia kita di bidang pendidikan,” ungkapnya.
“Saya meyakini bantuan ini akan meningkatkan semangat belajar murid-murid PDTA ini,” jelas Defri yang menyatakan bantuan ini akan langsung diserahkan kepada Kepala Madrasah untuk segera digunakan dalam proses belajar mengajar.
Manajemen berharap bantuan ini menjadi solusi atas kesenjangan fasilitas pendidikan formal dengan non formal. Sementara keberadaan lembaga pendidikan non formal seperti PDTA ini sendiri sasarannya adalah masyarakat kurang mampu di daerah pedesaan.(adv)
Kompensasi bagi 142 nelayan terdampak pencemaran Sungai Tapung mulai direalisasikan. Nelayan berharap pemulihan lingkungan segera…
Kapolda Riau menjenguk korban dugaan pengeroyokan di RS Bhayangkara dan menegaskan proses hukum akan dilakukan…
Sidang dugaan korupsi Perumda BPR Indra Arta Inhu memasuki tahap replik. Satu terdakwa meninggal dunia…
Perbaikan jalan menyebabkan kemacetan panjang di perbatasan Riau-Sumbar dan Km 35 Pekanbaru-Bangkinang. Pengendara diminta mengatur…
Kuansing sukses menjadi tuan rumah MTQ Riau 2026 dan meloloskan lima qori-qoriah untuk memperkuat kafilah…
Pemko Pekanbaru mencatat masih ada 3.350 kursi kosong di 108 SD Negeri usai pengumuman SPMB…