Categories: Riau

Siak Raih Penghargaan Pastika Parahita

(RIAUPOS.CO) — Bupati Siak H Drs Alfedri MSi menerima penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan atas komitmen dan dukungan terhadap penanggulangan bahaya rokok.

Penghargaan Pastika Parahita tersebut diserahkan oleh dr Anung Sugihantono MKes selaku Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI pada puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019 di Auditorium Prof Dr Swabessy Gedung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (11/7).

Alfedri menjelaskan, penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan dukungan Pemerintah Daerah terhadap penanggulangan bahaya rokok dan tindak lanjut dari instruksi Presiden Nomor 1/2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang menginstruksikan agar bupati/wali kota melaksanakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) kita menerima penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan atas komitmen dan dukungan Pemda terhadap penanggulangan bahaya rokok,” ujarnya.

Penghargaan ini lanjut Alfedri, sebagai apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Siak yang telah menindaklanjuti instruksi presiden terkait kebijakan kawasan tanpa rokok dengan menerbitkan Perda Nomor 13/2018 tentang kawasan bebas rokok.

Alfedri menyebutkan, Perda tersebut mengatur di sejumlah kawasan tidak boleh merokok, seperti fasilitas umum, rumah ibadah, perkantoran ruang terbuka hijau. “Peraturan Daerah ini diatur dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk rokok, terutama kelompok perokok pasif,” katanya.

Alfedri berharap, bahwa implementasi dari Perda tersebut dapat dilaksanakan lebih optimal di negeri istana, sehingga Pemkab dapat berperan aktif dalam menekan jumlah pravelensi perokok terutama pada anak dan remaja.

Lebih lanjut disampaikan, salah satu daerah yang lebih maju sudah menerapkan pelarangan iklan rokok. Pendapatan atau PAD yang diterima tidak sebanding dengan dampak banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dan pemerintah. Termasuk dana BPJS dan Jamkesda, akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok, seperti sakit jantung, paru-paru, kanker dan lain-lain.

Jumlah perokok anak dan remaja terus  meningkat. Alfefri mengingatkan ini menjadi PR bersama, Dinas Pendidikan, guru dan dinas terkait lainnya untuk menekan angka perokok usia anak dan remaja.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat dan pelajar bahu membahu dengan pemerintah untuk  menanggulangi  bahaya rokok,” imbaunya.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

12 jam ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

2 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

2 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

2 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

2 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

2 hari ago