Categories: Riau

Segera Bahas Penetapan Status Siaga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Meskipun masih berada diawal tahun 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan persiapan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan mempersiapkan penetapan status siaga darurat Karhutla 2022.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal mengatakan, memang untuk menetapkan status siaga darurat Karhutla tersebut diperlukan beberapa indikator. Salah satunya informasi keadaan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Pekanbaru.   

"Untuk penetapan status siaga darurat karhutla Riau tahun 2022 kita lihat dulu situasinya, kalau sudah ada informasi dari BMKG memasuki musim kemarau, maka akan langsung dibahas," katanya.

Lebih dikatakannya, penetapan status siaga Karhutla Riau juga bisa dilakukan setelah minimal ada dua kabupaten/kota menetapkan status siaga karhutla. 

"Kalau keinginan kami status siaga ini bisa dipercepat. Tapi untuk menetapkan status siaga, tergantung dengan kabupaten/kota. Kalau sudah ada dua daerah menetapkan status, baru kita bisa mengusulkan penetapan status siaga. Karena aturannya seperti itu," ujarnya.

Edy menyampaikan, jika status siaga karhutla cepat ditetapkan, maka pihaknya akan lebih mudah melakukan koordinasi terkait penanggulangan Karhutla nantinya. 

"Kemudian permintaan bantuan juga lebih mudah kalau status sudah ditetapkan. Termasuk pengerahan sumber daya (personel), karena sudah ada payung hukum yang menaungi kita," sebutnya. 

Selain itu, tambah dia, untuk penetapan status siaga karhutla Riau 2022 menunggu masukan dari instansi terkait, seperti Polda Riau, Korem 031 Wirabima, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan lainnya.

"Biasanya sebelum ditetapkan kami rapat terlebih dahulu dengan instansi terkait," ujarnya

Dalam kesempatan tersebut, Edy juga menyampaikan bahwa luas karhutla di  Riau pada  2021 terpantau menurun dibandingkan tahun 2020 lalu. Di mana pada tahun 2020 lalu, luas karhutla di Riau mencapai 1.600,41 hektare (Ha), sedangkan tahun 2021 seluas 1.400,08 Ha.  

Untuk tahun 2020 lalu, ada lima kabupaten/kota yang tergolong cukup luas kejadian karhutla yakni Kabupaten Indragiri Hilir, 479 Ha, Bengkalis 384 Ha, Siak 176 Ha, Pelalawan 142 Ha dan Kota Dumai 95 Ha.

"Sementara untuk tahun 2021, daerah dengan luas karhutla terbanyak yakni Bengkalis 418 Ha, Dumai 172 Ha, Indragiri Hilir 164 Ha, Rokan Hilir 153 Ha dan Siak 110 Ha. Sementara itu, untuk jumlah titik hotspot di Riau tahun 2021 sebanyak 2.497 titik. Masih terjadinya karhutla di Riau akibat wilayah Riau didominasi tanah gambut," paparnya.(sol)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

APBD Terbatas, Meranti Andalkan Program IJD untuk Benahi 9,6 Km Jalan

Pemkab Kepulauan Meranti mengusulkan tiga ruas jalan sepanjang 9,6 km masuk program IJD dengan kebutuhan…

15 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Pekanbaru, Polusi Tertinggi Ketiga di Indonesia

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Pekanbaru. Kualitas udara memburuk, AQI mencapai 171 dan 156 titik…

17 jam ago

Bentrokan Konflik Lahan 80 Hektare di Kuansing, 9 Orang Terluka

Bentrokan dua kelompok terkait konflik lahan 80 hektare terjadi di Kuansing. Sembilan orang terluka dan…

17 jam ago

Jalan Sontang-Duri Kembali Berlumpur, Truk Bermuatan Berat Banyak Terjebak

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan menggerus timbunan. Truk bermuatan berat kesulitan melintas dan terjebak…

17 jam ago

Erupsi 4 Gunung Bikin 8 Bandara Ditutup, 35 Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Batal

Erupsi empat gunung mengganggu penerbangan. Sebanyak 35 penerbangan dari dan ke Pekanbaru batal setelah delapan…

17 jam ago

Distribusi Tersendat, Semen di Rohul Langka hingga Warga Harus Antre

Kelangkaan semen di Rohul hampir sebulan membuat warga harus booking. Omzet toko bangunan turun hingga…

17 jam ago