Categories: Riau

Mabes Polri Datangi Lokasi Karhutla

(RIAUPOS.CO) — Pengusutan terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus ditindaklanjuti. Kali ini langsung dilakukan tinjau lapangan oleh pihak Baresrim Mabes Polri dan Gakumdu Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dari pihak Bareskrim dihadiri langsung oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Brigjen Pol M Fadil. Sedangkan dari Gakumdu Dirjen KLHK dihadiri oleh Direktur Penegakan Hukum Pidana Yazid Nurhuda. Tinjau lapangan ini dipusatkan dil okasi Karhutla di Desa Seko Lubuk Tigo (Seluti), Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu, Kamis (10/10).

Dimana Karhutla yang terjadi seluas seratusan hektare itu berada dalam areal HGU PT Gandahera Hendana (GH).

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Brigjen Pol M Fadil saat dikonfirmasi disela-sela tinjau lapangan mengatakan bahwa turun lapangan ini dalam rangka penegakan hukum.

“Hujan boleh turun, asap boleh hilang. Namun penegakan hukum tetap berjalan,” ujar Brigjen Pol M Fadil.

Menurutnya, penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla tetap dilakukan secara objektif.

“Dan ini juga sebagai tindak lanjut atas olah TKP yang dilakukan tim Bareskrim, KLHK serta pihak kejaksaan. Apabila ini memenui unsur, selanjutnya dinaikan ke penyidikan,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah hal ini melibatkan pihak perusahan, sementara pihak perusahaan berkilah arealnya dikuasai oleh masyarakat. Direktur Penegakan Hukum Pidana Yazid Nurhuda mengatakan penangananya lebih kepada pengecekan legalitas.

Namun, areal yang terjadi Karhutla tersebut berada dalam HGU PT GH.

“Silahkan saja pihak perusahan berkilah arealnya dikuasai masyarakat tetapi bisa dilakukan kroscek,” sebutnya.

Dia menambahkan, tinjauan ke lapangan yang dilakukam untuk memastikan lokasi areal yang terjadi Karhutla sebelum dilakukan gelar perkara. Karena sesuai jadwal, pada Jumat (11/10) akan dilaksanakan gelar perkara.

Sementara itu, Manajer kebun PT GH Syahrin Rambe membenarkan lokasi Karhutla tersebut berada dalam HGU.

“Benar dalam HGU tetapi sejak beberapa waktu lalu sudah dikuasai masyarakat,” ucapnya.

Pengakuan dia, pihak perusahan sejak tahun 2012 hingga 2018 lalu sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk dilakukan ukur ulang. Karena sejak dikuasai masyarakat, perusahaan tidak lagi mengurus areal tersebut.(nda)

 

Laporan RAJA KASMEDI, Rengat

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

3 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

5 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

7 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

7 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

7 jam ago