Categories: Riau

Adopsi Pohon Banyak Peminat Sudah Mencapai 14 Ribu Pohon

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Program adopsi pohon yang sudah di-launching Gubernur Riau Syamsuar pada Agustus lalu, terus diminati banyak pihak. Hingga saat ini, total pohon yang diadopsi baik oleh perorangan, pemerintah hingga swasta sudah mencapai 14 ribu pohon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau Mamun Murod mengatakan, program adopsi pohon di Provinsi Riau mendapat sambutan luas dari berbagai pihak. Bahkan saat ini pihaknya masih kekurangan pohon yang bisa diadopsi.

"Program adopsi pohon mendapat dukungan banyak kalangan. Sampai hari ini sudah 14 ribu pohon yang diadopsi oleh perusahan, instansi pemerintah dan perorangan," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain 14 ribu pohon yang sudah diadopsi tersebut, saat ini beberapa perusahaan yang siap mengadopsi pohon dengan jumlah besar di antaranya SKK Migas. Kemudian, Gabungan

Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Bahkan PTPN V sudah berkomitmen untuk menggerakan karyawannya untuk mengadopsi satu pohon.

"Kalau karyawan PTPN V ada 11.000 ribu, bayangkan ada banyak pohon yang diadopsi. Ini menunjukan animo masyarakat untuk menjaga hutan semakin besar. Itu artinya ke depan hutan Riau akan semakin baik dan terjaga dengan adanya adopsi pohon ini," ujarnya.

Dengan semakin banyak adopsi pohon, diharapkan ke depannya tidak ada lagi masyarakat yang menebang pohon-pohon di hutan. Karena kalau menebang pohon di hutan, masyarakat hanya mendapatkan keuntungan saat itu saja, tetapi dengan menjaga hutan masyarakat akan mendapat insentif setiap tahun.

"Untuk adopsi pohon kecil senilai Rp50 ribu dan pohon besar Rp200 ribu. Dana adopsi pohon tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang menjaga pohon di kawasan hutan yang masuk dalam status perhutanan sosial," sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Murod juga mengatakan bahwa jika nantinya antusiasme adopsi pohon terus bertambah, sementara pohon yang ada di kawasan hutan sudah diadopsi semua, maka tidak menutup kemungkinan adopsi pohon akan dilakukan di luar kawasan hutan atau dengan kata lain pohon masyarakat juga bisa diadopsi.

"Adopsi pohon di luar kawasan hutan bisa saja, karena pada intinya program adopsi ini agar masyarakat bisa menjaga lingkungan dengan tidak menembang pohon, tapi tentunya ada kriteria pohonnya," katanya.(ade)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Atasi Lambatnya Bongkar Muat, IPC TPK Fokus Digitalisasi Layanan Pelabuhan

IPC Terminal Petikemas mempercepat digitalisasi layanan pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi bongkar muat dan mendukung arus…

21 jam ago

304.717 Warga Pekanbaru Nikmati Layanan UHC Gratis Cukup Pakai KTP

Sebanyak 304.717 warga kurang mampu di Pekanbaru menikmati layanan kesehatan gratis melalui program UHC hanya…

21 jam ago

Pengukuhan Delapan Guru Besar Unri Jadi Momentum Penguatan Riset dan Inovasi

Universitas Riau mengukuhkan delapan profesor baru sebagai penguatan riset dan kontribusi intelektual dalam mendukung pembangunan…

22 jam ago

Jaga Lingkungan, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Larangan Tebang Pohon

Pemko Pekanbaru melarang penebangan pohon besar tanpa izin. Kebijakan ini mendukung program Green City dan…

22 jam ago

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

2 hari ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

2 hari ago