Ade Hartati (INTERNET).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tak ada asap, jika tidak ada api. Setidaknya pepatah tersebut sangat mewakili kondisi Riau saat ini. Di mana kepulan jerebu yang mengepung masyarakat diakibatkan karena penguasaan lahan atau perizinan.
Hal itu diungkapkan anggota DPRD Riau daerah pemilihan Pekanbaru, Ade Hartati, Selasa (9/10). Kata Ade, pernyataan di atas sudah disampaikan ke seluruh anggota DPRD Riau. Agar para wakil rakyat dapat mengambil sikap tegas.
"Usul saya kongkret. Asap terjadi karena penguasaan lahan terutama perizinan. DPRD Riau, harus menyatakan sikap tegas untuk memuntut pemerintah pusat melalui gubernur, segera mengambil langkah-langkah tegas terhadap perusahaan yang lahannya terbakar atau dengan sengaja dibakar. Sikap DPRD bisa dibacakan di sidang paripurna Kamis besok," sebut Ade.
Soal adanya rencana masyarakat untuk menggugat Presiden karena kabut asap, Ade mengaku tidak bisa melarang.
"Itu hak dari rakyat. Sudah saatnya masyarakat didorong untuk melakukan gerakan yang diatur di UU untuk menuntut hak-haknya," kata Ade.
Sementara anggota DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti SH MH meminta pemerintah tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Jangan hanya berlaku kepada pekerjanya, tapi juga sampai ketingkat korporasinya atau investornya.
"Kami meminta pemerintah dan penegak hukum agar segera mengakhiri kabut asap ini. Tindak tegas pelakunya," kata Ida.
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Laporan : Tim Riau Pos
Editor : Rinaldi
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…