Belasan murid SDN 153 Pekanbaru terpaksa diungsikan ke ruang UKS karena terlalu lama menghirup kabut asap.(MUHAMMAD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau Dr Zul Asdi SpB Mkes mengatakan , dampak yang ditimbulkan kabut asap sangat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat. Menurutnya, kabut asap yang semakin tidak terkendali sudah merenggut hak azasi manusia untuk hidup sehat.
"Kita masyarakat ini kan punya hak untuk hidup sehat. Harusnya kita bisa menikmati lari pagi dan olahraga di luar ruangan," sebut Zul Asdi, Selasa (10/9).
Ia menambahkan, meliburkan anak sekolah, meminta menggunakan masker dan mengimbau agar tidak beraktivitas di luar ruangan bukanlah solusi. Karena imbauan di atas merupakan dampak yang merugikan. Harusnya yang paling diutamakan adalah memadamkan api.
Ia menambahkan, yang lebih penting lagi adalah pemahaman masyarakat dan semua pihak atas bahaya daripada asap untuk kesehatan. Sehingga usaha untuk menghentikan asap ini dapat dilaksanakan bersama-sama dilakukan oleh semua unsur. Itu semua hanya bisa tercapai kalau semua paham akan bahayanya.
"Terakhir kami mau sampaikan apresiasi sebesarnya kepada semua pihak yang telah berjibaku memadamkan api siang dan malam. Akan tetapi itu semua tiada arti, kalau masyarakat dan pengelola lahan tidak paham, akhirnya mati di satu titik, muncul lagi di titik lain," tambahnya.
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Laporan : Tim Riau Pos
Editor : Rinaldi
Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…
Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…
Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…
PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…
Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…
Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…