Categories: Riau

Kepala Desa di Siak Ini Sebut Warganya Tak Terkait Eksekusi Lahan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Masyarakat Desa Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, menegaskan bahwa mereka tidak ada hubungan sama sekali dengan koperasi yang terkait dengan eksekusi lahan PT Karya Dayun.

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Sengkemang, Koto Gasib, Siak, Adi Afri saat memberikan keterangan pers bersama sejumlah wartawan di Pekanbaru pada Jumat (10/6/2022).

Mewakili masyarakat Sengkemang, Adi ingin meluruskan isu soal simpang siurnya informasi pemberitaan rencana eksekusi lahan PT Karya Dayun tersebut. Juga hadir mewakili pemerintah desa tersebut dirinya kembali menegaskan bahwa masyarakat Desa Sengkemang tidak ada hubungannya dengan koperasi terhadap rencana eksekusi putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap tersebut.

''Terus terang, kami sebagai aparat desa dan masyarakat terusik dengan isu-isu yang merebak di mana masyarakat kami dikait-kaitkan dengan rencana eksekusi PT Karya Dayun. Padahal, sama sekali tidak ada hubungannya. Kami perlu meluruskan hal ini, agar masyarakat dan desa kami tidak diklaim dan dibawa-bawa dalam persoalan tersebut,'' kata Adi.

Adi menjelaskan, sebagai kepala desa yang sudah memimpin Desa Sengkemang selama dua periode, tidak pernah ada masyarakat yang protes dengan apa yang terjadi di PT Karya Dayun. Masyarakat, katanya, tidak pernah dirugikan dan memang sama sekali tidak terkait dengan lahan yang dikelola PT Karya Dayun tersebut.

''Kami di pemerintahan desa kan jelas. Kalau ada masyarakat melapor, pasti akan ditindaklanjuti. Tapi, kenyataannya tidak pernah ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan rencana eksekusi PT Karya Dayun. Jadi, kami heran, mengapa ada pihak yang seakan-akan berjuang atas nama masyarakat. Masyarakat yang mana?'' kata Adi.

Lagi pula, kata dia, lokasi Desa Sengkemang dengan lahan PT Karya Dayun itu sangat jauh. Wilayahnya juga berbeda kecamatan. Di mana Desa Sengkemang berada di Kecamatan Koto Gasib, sementara lahan PT Karya Dayun yang diributkan itu berada di Kecamatan Dayun.

''Jadi, secara wilayah keadministrasian saja, itu sudah jauh. Sudah beda kecamatan dan jaraknya cukup jauh,'' lanjut Adi.

 

Status Koperasi Sengkemang Jaya

Adi juga ingin meluruskan soal status kepengurusan Koperasi Sengkemang Jaya yang disebut-sebut kini telah menunjuk kuasa dalam kaitan dengan hebohnya rencana eksekusi lahan PT Karya Dayun. Menurutnya, kepengurusan sah koperasi saat ini diketuai oleh Muhammad James, yakni hasil rapat tahunan anggota (RAT) yang sah.

Adi Afri sendiri menyatakan dirinya sebagai salah satu anggota Koperasi Sengkemang Jaya. Dan kepala desa sebagai pimpinan pemerintahan desa memiliki fungsi koordinasi dalam setiap aktivitas koperasi.

Adi Afri mengaku heran soal penunjukan kuasa Koperasi Sengkemang Jaya yang ada dalam pemberitaan media saat ini. Dirinya mempertanyakan dasar penunjukan kuasa tersebut. Soalnya, penunjukan kuasa harus melalui keputusan rapat pengurus dan disetujui anggota.

Sementara, kepengurusan Koperasi Sengkemang Jaya yang diketuai Muhammad James, kata Ade Afri, tidak pernah mengangkat kuasa. Termasuk, anggota koperasi sendiri tidak pernah mendapat pemberitahuan tentang adanya penunjukan kuasa.

''Jad,i penunjukan kuasa itu apa dasarnya? Kuasa dari siapa? Apa legalitasnya? Ini harus diverifikasi dahulu,'' kata Adi Afri.

Adi juga menegaskan, pemerintah dan masyarakat Desa Sengkemang tidak ikut campur dan tidak terkait sama sekali dengan rencana eksekusi PT Karya Dayun tersebut.

''Dan, kami juga tidak mau dibawa-bawa dalam persoalan tersebut. Biarkan proses hukum berjalan dan itu bukan ranah kami,'' tegas Adi kepada sejumlah awak media.

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Aksi Curanmor Terbongkar, Pelaku 18 Tahun Ditangkap di Kediaman Mertua

Polisi menangkap pemuda 18 tahun terduga pelaku curanmor di Inhu. Motor korban dicuri saat dini…

11 jam ago

Monyet Liar Kembali Menggigit Warga, Korban di Tembilahan Bertambah Jadi 11 Orang

Teror monyet liar di Tembilahan Hilir, Inhil, semakin meresahkan. Hingga kini 11 warga menjadi korban…

11 jam ago

Tragedi Bocah 9 Tahun Meninggal di Jalan Sontang-Duri, Himarohu Riau: Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Meninggalnya bocah 9 tahun setelah terjebak di Jalan Sontang-Duri memicu sorotan. Himarohu Riau mendesak Pemprov…

2 hari ago

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

Korban gigitan monyet liar di Tembilahan Hilir bertambah menjadi 10 orang. Tim gabungan mengintensifkan pencarian…

2 hari ago

Polres Kuansing Gencarkan Pemberantasan PETI, 48 Rakit Dimusnahkan dalam 7 Hari

Polres Kuansing bersama Polda Riau menindak 16 lokasi PETI dan memusnahkan 48 rakit dalam sepekan.…

2 hari ago

Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026, Raih 4 Emas di Malaysia

Tim woodball Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026 di Malaysia dengan raihan 4…

2 hari ago