Categories: Riau

PT SSS Lalai Jaga Areal Konsesi dari Karhutla

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PT SSS yang bekerja sama dengan PT Borneo, telah memiliki izin dari KLHK RI seluas 3.000 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seperti di Desa Kemang dan Desa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras sebagai kantor induk.

 

 

Perusahaan yang memiliki izin produksi pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi crude palm Oil (CPO), juga memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang berada di Desa Pangkalan Terap dan Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Teluk Meranti.

 

 

Hanya saja, meski telah diberikan izin untuk mengelola lahan perkebunan sawit, namun perusahaan ini kadang lalai dalam menjaga wilayah konsesinya dari karhutla. Sehingga karhutla kerap terjadi di areal kebun perusahaan tersebut.

 

 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, pada Februari 2017 lalu, PT SSS lalali menjaga areal konsesinya sehingga menyebabkan terjadinya karhutla seluas enam hektare di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti. Kemudian pada Februari 2019 lalu, perusahaan ini juga lalai dalam menjaga lahannya sehingga menyebabkan terjadinya karhutla seluas 4 hektare di Desa Pangkalan Terap.

 

 

Maret 2019, PT SSS kembali lalai menjaga konsesianya. Alhasil lahan seluas 12 hektare di Desa Pangkalan Terap kembali terbakar. Berdasarkan hasil penyelidikan Polda Riau, PT SSS telah menyebabkan terjadinya karhutla dengan luas total lahan 150 hektare.

 

 

“Sejauh ini, perusahaan tersebut patuh dalam mentaati peraturan daerah dengan rutin membayar retribusi. Hanya saja, untuk masalah usaha dan lahan perkebunannya, saya tidak mengetahui secara pasti,” terang Plt Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMP2SP) Budi Surlani SHut, Jumat (9/8) melalui selulernya.

 

 

Di tempat terpisah, Direktur PT SSS Eben Ezer mengatakan, PT SSS telah beroperasi sejak 2014 lalu setelah mendapat izin pelepasan kawasan hutan dari KLHK dengan luas lahan 2.918 hektare. Untuk mengoperasikan kegiatannya, perusahaan tersebut telah memiliki sebanyak kurang lebih 200 pekerja dan karyawan.

 

 

“Kami akui, pada Februari 2019 lalu, lahan kami di Desa Pangkalan Terap terbakar. Artinya, kebakaran ini terjadi pada awal 2019 lalu dan bukan-baru ini yang menyebabkan terjadinya bencana kabut asap,” ujarnya.(Tim Riaupos.co)

 

>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.

 

Editor : Rinaldi

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

6 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

6 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

7 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

7 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

7 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

7 jam ago