Manajer PT SSS ditahan oleh Dit Reskrimsus Polda Riau terkait kasus karhutla, Selasa (8/10/2019). (MUHAMMAD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Jikalahari mengapresiasi langkah Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang menahan penanggung jawab PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) berinisial AOH.
"PT SSS sudah ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan sejak Agustus 2019 oleh Polda Riau. Jadi memang sudah seharusnya ditahan," kata Koordinator Jikalahari, Made Ali.
Selain PT SSS, Polda Riau juga telah melakukan penyelidikan ke PT Sumatera Riang Lestari, namun sampai saat ini belum juga ditetapkan tersangka oleh Polda Riau.
"Kapolda Riau harus segera menetapkan tersangka korporaasi lainnya yang terlibat kebakaran hutan dan lahan di Riau," ujarnya.
Sementara itu, hasil analisis hot spot Jikalahari melalui satelit Terra-Aqua Modis Januari-September 2019, ditemukan hot spot dengan confidance di atas 70 persen, ada 3.582 titik dan 1.277 titik hot spot berada di sekitar 13 korporasi HTI dan sawit.
Selain melakukan analisis hot spot, Jikalahari melakukan investigasi sepanjang 2019 untuk mendapatkan fakta lapangan yang terjadi. Hasilnya ditemukan kebakaran terjadi di beberapa wilayah korporasi hutan tanaman industri dan korporasi sawit.
"Jikalahari menunggu Kapolda Riau menetapkan tersangka dan menahan penanggung jawab korporasi lainnya yang juga terlibat kebakaran hutan dan lahan di Riau," katanya.(dof)
>>Berita selengkapnya baca Riau Pos hari ini.
Editor : Rinaldi
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.