Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat memimpin rapat lintas sektoral mengusut perburuan yang menyebabkan seekor gajah mati di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. HUMAS POLDA RIAU UNTUK RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera yang ditemukan mati di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kasus ini mendapat perhatian khusus Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang turun langsung ke lokasi dan memimpin rapat penanganan.
Dalam rapat tersebut, Kapolda menegaskan penyelidikan dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation, yakni pendekatan ilmiah yang didukung teknologi forensik.
Rapat dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hasyim Risahondua, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, serta perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Irjen Herry menyampaikan duka mendalam sekaligus mengecam keras pembunuhan satwa dilindungi tersebut. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk mengungkap kasus secara profesional dan menyeluruh.
Menurutnya, pengungkapan kasus pembunuhan gajah memiliki tantangan berbeda dibandingkan kasus pembunuhan manusia.
“Kalau manusia, bisa dicek DNA, orang terakhir yang bertemu korban hingga jejak digital. Dalam kasus gajah, pendekatan ilmiah dan teknologi menjadi sangat penting,” jelasnya.
Kapolda juga mengarahkan optimalisasi technology intelligence. Sebelumnya, Polda Riau bersama Polres Pelalawan, BKSDA Riau dan PT RAPP telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di areal konsesi Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan proyektil peluru yang mengindikasikan gajah dibunuh menggunakan senjata api. Jenis senjata yang digunakan masih dalam pemeriksaan laboratorium forensik.
Kasus ini juga ditangani secara intensif Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Hingga saat ini, lima orang saksi telah diperiksa.
“Kami sudah memeriksa lima saksi. Tim khusus dari Subdit IV Tipidter juga diturunkan untuk mempersempit pergerakan pelaku,” kata Kombes Pol Ade Kuncoro.
Tim Laboratorium Forensik Polda Riau juga menemukan sejumlah barang bukti penting. Kabid Labfor Forensik Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan menyebut olah TKP dilakukan bersama Polres Pelalawan dan BKSDA Riau pada Selasa (3/2) lalu.
“Ditemukan dua potongan logam yang diduga proyektil atau anak peluru,” ujarnya.
Potongan pertama memiliki diameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter, sedangkan serpihan lainnya sepanjang 6,94 milimeter. Uji awal menunjukkan kandungan timbal, tembaga atau kuningan, serta residu nitrat mesiu. Jenis senjata api masih didalami melalui pemeriksaan lanjutan.
BBKSDA Riau memastikan kematian gajah disebabkan luka tembak. Dokter hewan BBKSDA, drh Rini Deswita, menyebut proyektil masih berada di tengkorak.
“Tembakan diarahkan ke dahi, itu titik fatal,” jelasnya.
Selain luka tembak, ditemukan bekas potongan senjata tajam di bagian depan kepala. Mata, hidung, dan gading dipotong yang diduga untuk diambil gadingnya.
“Bukan kepala yang hilang, tetapi dipotong setengah bagian,” ujarnya.
Gajah tersebut memiliki panjang sekitar 286 sentimeter dan diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun. Bangkai kemudian dikuburkan di lokasi. Satwa tersebut diduga berasal dari kantong gajah Tesso Tenggara dan diperkirakan telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. (nda)
Jalan Pelajar Bagan Batu dipenuhi sampah dan bangkai hingga menimbulkan bau menyengat. Warga mendesak pemerintah…
Aryaduta Hotel Pekanbaru menghadirkan paket Iftar Arabic Delight dengan 101 menu Nusantara dan Arab, lengkap…
Pemko Pekanbaru menargetkan pembersihan 900 km drainase dan saluran air tahun ini untuk mendukung program…
Bupati Rohul menebar 3.000 bibit ikan di Lubuk Larangan Desa Kabun untuk mendukung ketahanan pangan,…
UIN Suska Riau meraih penghargaan Terbaik III Produktivitas BMN 2025 dari KPKNL Pekanbaru atas komitmen…
RSUD Arifin Achmad Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma pada pasien stroke usia 19 tahun…