Perekam Video Penggalian Jalan Diteror OTK
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Perekam video penggalian jalan warga Kampung Delik, Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat mendapat ancaman dan teror. Hal itu diakui Zaini, Jumat (6/9) malam.
Menurut Zaini, saat ini proses musyawarah antara warga dengan pemilik lahan Cua Chin Heng alias Acua yang mengatasnamakan istrinya Siti Azizah belum damai 100 persen. Pasalnya, masyarakat tidak menerima kebun getah mereka dibenamkan ke dalam galian parit tersebut.
“Belum berdamai secara utuh. Masyarakat sepakat mereka yang membuat titi (jembatan) melalui dana masyarakat sendiri. Karena, ulah WNA asal Malaysia itu sudah terlalu jauh ingin menguasai kampung Delik,” terang Zaini.
Pihaknya bersama warga juga sudah melaporkan masalah tersebut kepada Polsek Rupat, agar permasalahan hukum yang dilakukan Acua ini dituntaskan secara prosedural. Sebab, laporan masyarakat ini juga diterima langsung oleh pihak kelurahan.
“Kita sudah laporkan, tinggal menunggu perkembangan dari pihak kepolisian. Komunikasi terakhir, pihak Polsek menyarankan menunggu kabar lanjutan. Sehingga, kami di sini masih menunggu tindak lanjut dari laporan tersebut,” tuturnya.
Ia juga mengaku, dari masalah ini beberapa kali mendapat teror serta ancaman dari orang tak dikenal (OTK). Akan tetapi untuk memperjuangkan hak masyarakat tempatan, dia mengaku rela bertaruh nyawa.
“Saya diteror dan diancam. Tapi saya tidak gentar, karena ini kampung kami. Masyarakat juga ada dipihak saya, walau rekamanan itu sudah kemana-mana,” kata Zaini, sembari mengatakan teror dan ancaman sudah menjadi makanannya sehari-hari.
Sebelumnya, video viral di medsos milik akun Muslimina di facebook, soal protes warga Kelurahan Tanjung Kapal, lantaran ada seorang diduga berstatus WNA memotong ruas jalan dengan alat berat, karena melintas lahan milik pribadinya.
Dari video tersebut terlihat, warga beramai mendatangi lokasi jalan yang sudah terpotong. Perekam menjelaskan pemotongan jalan dilakukan oleh seseorang diduga warga asing bernama Cua Chin Heng. Penggalian jalan warga ini juga sempat dimediasi melalui jalur musyawarah, hasil musyawarah mereka sepakat berdamai.(esi)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…
Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…
Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…
Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.
Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…
Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.