Categories: Riau

Polisi dan Pengendara Ojol Ricuh

PEKANBARU (RIAUPOC.CO) – Seorang pengendara ojek online ricuh dengan personel Satlantas Polresta Pekanbaru, Jumat (6/9). Akibatnya, pengemudi sepeda motor itu menderita luka di bagian bibir diduga terkena pukulan.

Peristiwa yang terjadi di simpang traffic light Jalan Riau-Yos Sudarso, Kecamatan Senapelan sempat direkam oleh warga dan tersebar di sosial media (Sosmed). Dalam video berurasi 1 menit 37 detik itu, terlihat seorang pria mengenakan jaket warna hijau dan dua orang saling berdebat menggunakan bahasa Minang.

"Iko awak ditumbuk polisi (saya dipukuli polisi)," kata pria yang diketahui bernama Rahmad seraya menunjukkan bibir terluka kepada warga yang melintas.

Namun, pernyataan Rahmad itu disangkal oleh personel Satlantas Pekanbaru, Bripka Ibnu Fajrin. Dia mengatakan, pengendara ojek online tersebut yang duluan melakukan pemukulan terhadap dirinya.

"Ang menumbuk polisi, kalau indak manumbuak polisi indak baa-baa. (Kamu pukul polisi, kalau tidak mukul polisi. Tidak ada masalah)," sebut Ibnu.

Selanjutnya, Ibnu mempertanyakan kelengkapan surat kendaraan serta surat izin mengemudi (SIM) karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran lalu lintas. Akan tetapi, Rahmad tidak menujukan surat-surat tersebut ke pihak Kepolisan.

"Ado STNK dan SIM abang? Ado surek-surek abang (ada STNK dan SIM, ada surat-suratnya," tanya Ibnu.

Alih-alih mereda, cekcok mulut antara kedua semakin memanas. Ibnu mengatakan, bahwa Rahmad lah yang duluan melakukan pemukulan. Hal itu, dilakukan terhadap personel Satlantas Lainnya.

"Ang maninju polisi indak baa, kaduonyo ang tumbuk," sebutnya. Tapi itu dibantah oleh Rahmad. "Bilo aden manumbuk," sangkal Rahmad.

Percekcokan itu, mengundang perhatian masyarakat maupun pengendara lainnya yang kebetulan melintasi jalan tersebut. Bahkan sejumlah masyarakat melontar kata-kata kasar kepada personel Satlantas tersebut.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Emil Eka Putra mengatakan, permasalahan tersebut telah dibawa ke SKPT Polreta Pekanbaru serta dilakukan mediasi bersama pihak keluarga Rahmad dan ketua ojol Pekanbaru.

"Adapun hasil dari mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan satu sama lain," sebut Emil Eka Putra.

Mengenai masalah disiplin anggota Satlantas itu, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi, dan diharapkan peristiwa serupa tidak terjadi kembali. "Untuk hukuman kepada personil tetap kami berikan," pungkas Emil.(rir)

Editor : Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

23 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

24 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago