Categories: Riau

Rektor Unri Bentuk Tim Pencari Fakta Dugaan Pelecehan oleh Oknum Dosen

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) mendatangi Rektorat pada Jumat (5/11/2021). Mereka menuntut tanggapan Rektor terhadap dugaan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh salah seorang rekan mereka. Atas tuntutan ini, pihak rektor membentuk tim pencari fakta yang bekerja mulai Senin (8/11/2021) dengan batas waktu sesegera mungkin.

Para mahasiswa awalnya berkumpul di depan Dekanat FISIP Unri sekitar 14.30 WIB sebelum melakukan aksi jalan kaki ke Rektorat Unri. Para petugas keamanan kampus sudah berdiri berjaga di depan pintu gedung Rektor.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada rektorat. Pertama, mereka meminta terduga pelaku mengakui perbuatannya, kedua meminta pelaku minta maaf kepada korban dan keluarga. 

Ketiga, mahasiswa menuntut agar aktivitas akademik mahasiswi yang menjadi korban untuk tidak dihambat. Terduga pelaku juga diminta untuk memfasilitasi pemulihan mental korban akibat dari pengalaman traumatis peristiwa tersebut. Terakhir pelaku diminta untuk menerima sanksi yang ditetapkan oleh rektorat.

''Kami mendapatkan informasi bahwa pimpinan di Rektorat Unri melakukan rapat membahas masalah ini. Maka kami menunggu keputusan ini, kami ingin mendengar jawaban dari ayah kami di sini,'' ungkap Kelvin Hardianysah, salah seorang pimpinan mahasiswa yang ikut aksi.

Aksi ini dipicu oleh pengakuan salah seorang mahasiswi FISIP bahwa dirinya mengalami pelecehan seksual. Terduga pelakunya adalah dosen pembimbingnya sendiri. Pengakuan ini direkam dan diunggah ke akun media sosial resmi Korps Mahasiswa Hukum Internasional (Komahi) FISIP Unri. Video ini sendiri ditonton ratusan ribu kali sejak diposting pada Kamis (4/11/2021) atas kejadian yang diklaim terjadi pada 27 Oktober 2021 lalu.

Aksi mahasiswa ini diterima langsung Wakil Rektor II Prof Dr Sujianto. Mewakili Rektor Unri, Prof Sujianto mengaku sudah mengetahui apa yang terjadi saat ini dan menurutnya, secara nurani, Unri secara lembaga sangat sedih atas dugaan-dugaan terhadap oknum dimaksud.

“Sesuai Permendikbudristek Nomor 30/2021 yang sudah disosialisasikan, atas kejadian yang seperti petir di siang bolong ini, jujur kami terkejut. Menindaklanjutinya, kami sudah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) dan mulai bekerja Senin (8/11/2021),” ungkap Prof Dr Sujianto di hadapan mahasiswa.

Ditambahkannya, tim pencari fakta ini terdiri dari pihak yang independen. Artinya tidak melibatkan senat fakultas, senat universitas maupun pimpinan fakultas dan pimpinan universitas, serta dari internal kampus lainnya.

“Tim pencari fakta ini benar-benar independen, dan bekerja mengacu Permendikbudristek Nomor 30/2021 yang ditunjuk Rektor. Mereka akan bekerja sesegera mungkin, karena kalau ini dibiarkan akan membuat persoalan berlarut-larut,” sambungnya.

Usai menggelar aksi dan sempat berdialog dengan mahasiswa, pihak rektorat juga menjelaskan teknis pekerjaan tim pencari fakta melakukan investigasi kepada pihak-pihak terkait. 

“Kami menjamin atas keselamatan diduga korban, secara akademik tidak ada yang melakukan kriminalisasi atau intimidasi. Ini kami tegaskan,” sebutnya.

Saat berita ini diturunkan, pihak bersangkutan yang disebut melakukan dugaan pencabulan, akan memberikan keterangan resmi. Selanjutnya, bagaimana pernyataan diduga oknum dosen tersebut akan diberitakan lebih lanjut.

Selengkapnya, baca koran Riau Pos edisi terbit Sabtu (6/11/2021).

Laporan: Hendrawan (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

1 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

2 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

4 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago