Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan saat berbincang dengan petugas Pertamina saat melakukan pengamatan dan olah TKP kebakaran kilang, Jumat (3/10/2025). (Polda Riau)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus bekerja untuk mengungkap penyebab kebakaran di kilang minyak Pertamina Dumai. Tim gabungan dari Ditreskrimum, Bidlabfor, dan Polres Dumai bahkan sudah turun langsung ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menyebutkan bahwa sebelum olah TKP dilakukan, pihaknya terlebih dahulu mendengarkan penjelasan teknis dari Pertamina. Setelah itu, tim bersama-sama mendatangi lokasi kebakaran.
“Tim Labfor bersama Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Dumai sudah menerima paparan dari tim Pertamina, lalu melakukan pengecekan ke TKP. Saat ini, penyelidikan masih terus berjalan,” ujar Anom, Sabtu (4/10/2025).
Menurut Anom, penyelidikan menemukan sejumlah hal penting. Beberapa sampel dari lokasi sudah diambil, termasuk titik awal api yang kini berhasil diketahui.
Meski begitu, ia belum bisa membeberkan detail hasil temuan tersebut. “Masih harus diperiksa dan dianalisa lebih lanjut. Belum bisa disimpulkan,” jelasnya.
Seperti diketahui, kebakaran terjadi di area Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB. Api berhasil dipadamkan lebih dari tiga jam kemudian berkat kesigapan tim pemadam internal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.(nda)
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…
DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…
Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…
Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…
BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…