Categories: Riau

Menjaga Kesehatan APBN

(RIAUPOS.CO) — Guna memberikan pengetahuan terkait sumber utama pendapatan Provinsi Riau, Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau Kementerian Keuangan (DJPb), Selasa (2/7)  kembali menghadirkan seminar Kementerian Keuangan Republik Indonesia bertema Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, yang dilaksanakan di Hotel Pengeran, Jalan Sudirman Pekanbaru.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau Kementerian Keuangan, Tri Budhianto mengatakan, saat ini sumber utama pendapatan Provinsi Riau masih sangat tergantung kepada transfer pusat sebesar 78 persen, dengan pendapatan yang dihimpun dari daerah-daerah hanya 21 persen.
Kondisi tersebut, dinilai kurang sehat bagi kondisi fisikal pemerintah daerah. Ketergantungan yang tinggi pada transfer pusat dapat menimbulkan ketidakpastian pendanaan bagi pelaksanaan program pembangunan daerah.
Apalagi, Riau sebenarnya memiliki potensi besar dalam perekonomian Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi di Riau tahun 2018 lalu adalah 2,34 persen, untuk Pulau Sumatera 4,54 persen, dan skala nasional 5,17 persen.
Di sisi lain, Produk Domestik Regional Bruto Provinsi (PDRB) Riau 2018 adalah Rp755,27 triliun, sehingga bisa dibilang tertinggi di luar Jawa, atau peringkat ke-5 nasional dengan kontribusi sebanyak 5,04 persen.
“Melihat kontribusi Riau dalam penerimaan dan pengeluaran negara, dari 2016, semuanya naik, mulai dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah. Tapi sayangnya masih di bawah target. Ini yang yang cukup memprihatinkan, yakni di angka 78,35 persen. Sementara, belanja yang disalurkan ke Riau setiap tahun alami kenaikan, tapi realisasi belanja selalu berada di bawah target, dengan rata-rata capaian 87,8 persen. Dan secara keseluruhan pusat alami defisit di Riau rata-rata Rp13,7 triliun,” jelasnya.
Selanjutnya, Gubernur Riau, Syamsuar yang diwakili oleh Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi menyampaikan, pihaknya mengakui kondisi ketidakpastian perekonomian global, yang berdampak kepada anggaran negara, bahkan juga berdampak kepada penganggaran daerah. Karena itu, sangat perlu upaya untuk menjaga stabilitas penganggaran tersebut. Apalagi, situasi yang di alami saat ini, penuh dengan ketidakpastian. Sejauh mana Pemerintah Provinsi Riau dapat merespon dan menterjemahkan kondisi ini dalam menjaga stabilitas ekonomi dan bagaimana menjaga stabilitas APBN secara umum, serta juga APBD bagi setiap daerah.(mng)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

18 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

19 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

19 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

19 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

20 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

20 jam ago