Petani sedang menimbang sawit. (SOLEH SAPUTRA/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 2-8 Oktober mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar dialami oleh kelompok umur 10-20 tahun yaitu sebesar Rp30,55/kg dari harga pekan lalu, sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.415,45 per kg.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Riau Ferry Hc mengatakan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, penurunan harga TBS periode ini sangat dipengaruhi oleh turunnya harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data.
“Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp135,85/kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp197,00/kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp322,73/kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp106,08/kg dari harga pekan lalu,” katanya.
Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp100,00/kg, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp17,00/kg dari harga pekan lalu. Untuk faktor eksternal yang mempengaruhi penurunan harga TBS periode ini adalah diakibatkan oleh merosotnya ekspor CPO.
“Sikap Cina yang melunak dengan memperbolehkan impor kedelai asal Amerika Serikat (AS) membuat pasokan minyak kedelai membludak, sehingga harganya turun. CPO adalah produk substitusi dari minyak kedelai, sehingga harga dua komoditas ini sering kali bergerak searah,” jelasnya.(sol)
HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…
Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…
Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…
KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.
Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.
Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…