Categories: Riau

Simanjapadu Jadi Daya Tarik Pengunjung

(RIAUPOS.CO) — Simanjapadu Bengkalis me­rupakan inovasi untuk daerah yang diusung Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis Bustami HY membuat penasaran pada ajang Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat I angkatan XLII 2019 di Jakarta, Selasa (1/10).

Apa gerangan Simanjapadu Bengkalis. Ternyata sebuah akronim dari Sistem Manajemen Aplikasi Pajak Terpadu (Simanjapadu) Bengkalis merupakan sebuah inovasi yang dipersembahkan oleh Bustami HY sebagai peserta PKN tingkat I angkatan XLII 2019.

Aplikasi yang sengaja dibuat oleh Bustami HY bersama tim yang tergabung dalam tim efektif untuk memudahkan pelayanan pajak di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau pada umumnya.

Pada ajang pameran festival inovasi itu, tulisan Simanjapadu Bengkalis yang dipampang pada banner maupun dinding depan stan membuat penasaran setiap orang yang datang. Untuk menghilangkan rasa penasaran itu, ada seorang pengunjung dari LAN RI bertanya kepada pramustan perihal apa gerangan Simanjapadu tersebut.

Meskipun empunya gagasan alias inovasi tidak ada di stan pameran, yakni Sekda Bengkalis Bustami. Beliau mendadak pulang ke kampung halaman, karena ibunda tercinta meninggal dunia. Namun si pengunjung stan memperoleh jawaban yang memuaskan.

Adalah, sosok Imam Hakim segala Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan gamblang dan lancar menjelaskan tentang Simanjapadu. Yakni sebuah aplikasi yang digagas oleh Sekda Bengkalis untuk memperlancar aparatur dalam pelayanan pajak online.

Sekda Bustami HY selaku peserta PKN tingkat I angkatan XLII 2019 menyelesaikan tugas akhir dengan tema optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dengan implementasi sistem online perpajakan. Output dari tugas akhir ini, maka lahirnya sebuah aplikasi berbasis web untuk memudahkan pelayanan pajak di Kabupaten Bengkalis. 

Menurut Imam Hakim, setelah peluncuran Simanjapadu ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menerapkan untuk pelayanan pajak. Hal ini merupakan salah satu upaya reformasi birokrasi untuk memudahkan pelayanan pajak di Negeri Junjungan Bengkalis.

Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, mengenai apa itu Simanjapadu, lantas si pengunjung stan langsung paham. Namun tak sampai di situ, ternyata para pengunjung juga penasaran dengan beberapa potensi seni karya yang dipamerkan pada ajang itu.

Salah satunya, tanjak, dengan polos pengunjung bertanya, apa sebenarnya barang tersebut. Lantas pramustan menjelaskan makna sebenar dari tanjak ini, merupakan salah satu tanda kebesaran Melayu yang dikenakan di kepala.(kom)

Simanjapadu Jadi Daya Tarik Pengunjung
Laporan ERWAN SANI, Jakarta
Simanjapadu Bengkalis me­rupakan inovasi untuk daerah yang diusung Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis Bustami HY membuat penasaran pada ajang Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat I angkatan XLII 2019 di Jakarta, Selasa (1/10).

Apa gerangan Simanjapadu Bengkalis. Ternyata sebuah akronim dari Sistem Manajemen Aplikasi Pajak Terpadu (Simanjapadu) Bengkalis merupakan sebuah inovasi yang dipersembahkan oleh Bustami HY sebagai peserta PKN tingkat I angkatan XLII 2019.

Aplikasi yang sengaja dibuat oleh Bustami HY bersama tim yang tergabung dalam tim efektif untuk memudahkan pelayanan pajak di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau pada umumnya.

Pada ajang pameran festival inovasi itu, tulisan Simanjapadu Bengkalis yang dipampang pada banner maupun dinding depan stan membuat penasaran setiap orang yang datang. Untuk menghilangkan rasa penasaran itu, ada seorang pengunjung dari LAN RI bertanya kepada pramustan perihal apa gerangan Simanjapadu tersebut.

Meskipun empunya gagasan alias inovasi tidak ada di stan pameran, yakni Sekda Bengkalis Bustami. Beliau mendadak pulang ke kampung halaman, karena ibunda tercinta meninggal dunia. Namun si pengunjung stan memperoleh jawaban yang memuaskan.

Adalah, sosok Imam Hakim segala Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan gamblang dan lancar menjelaskan tentang Simanjapadu. Yakni sebuah aplikasi yang digagas oleh Sekda Bengkalis untuk memperlancar aparatur dalam pelayanan pajak online.

Sekda Bustami HY selaku peserta PKN tingkat I angkatan XLII 2019 menyelesaikan tugas akhir dengan tema optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dengan implementasi sistem online perpajakan. Output dari tugas akhir ini, maka lahirnya sebuah aplikasi berbasis web untuk memudahkan pelayanan pajak di Kabupaten Bengkalis. 

Menurut Imam Hakim, setelah peluncuran Simanjapadu ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menerapkan untuk pelayanan pajak. Hal ini merupakan salah satu upaya reformasi birokrasi untuk memudahkan pelayanan pajak di Negeri Junjungan Bengkalis.

Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, mengenai apa itu Simanjapadu, lantas si pengunjung stan langsung paham. Namun tak sampai di situ, ternyata para pengunjung juga penasaran dengan beberapa potensi seni karya yang dipamerkan pada ajang itu.

Salah satunya, tanjak, dengan polos pengunjung bertanya, apa sebenarnya barang tersebut. Lantas pramustan menjelaskan makna sebenar dari tanjak ini, merupakan salah satu tanda kebesaran Melayu yang dikenakan di kepala.(kom)

 

Laporan ERWAN SANI, Jakarta

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga Kios di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru Ludes Terbakar, Seorang Pedagang Alami Luka

Tiga kios semipermanen di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru terbakar. Seorang pedagang terluka, sementara api berhasil…

21 jam ago

OMODA O4 EV Resmi Diperkenalkan di Indonesia, Bawa Teknologi AI dan Jarak Tempuh 553 Km

OMODA kembali ke Indonesia bersama JAECOO dan memperkenalkan O4 EV, mobil listrik berbasis AI dengan…

22 jam ago

Dalih Pengobatan Tradisional, Pria Lansia di Inhu Diduga Cabuli Pasien hingga Tiga Kali

Pria 75 tahun di Inhu ditahan polisi setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap pasien dengan…

22 jam ago

KPK Sita Mobil Mewah Istri Bupati Kuansing, Penyidikan Kasus Suap Terus Bergulir

KPK menyita mobil Pajero Sport milik istri Bupati Kuansing Suhardiman Amby dalam penyidikan dugaan suap…

22 jam ago

Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan ke Pintu Tol Bypass

Akses keluar Tol Pekanbaru-Dumai menuju Kota Pekanbaru dialihkan ke Pintu Tol Bypass mulai 30 Juli…

23 jam ago

Jembatan Bailey di Jalan Nelayan Pekanbaru Selesai Dipasang, Kini Bisa Dilintasi Warga

Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…

2 hari ago