346-desa-masuk-daerah-rawan-karhutla
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meskipun saat ini hujan masih terjadi di beberapa daerah di Riau, namun Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur terkait tetap waspada dan siaga terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution menyampaikan bahwa langkah strategis yang dilakukan Pemprov Riau dalam menangani dan mencegah Karhutla yaitu dengan melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terhadap terjadinya kebakaran.
"Upaya ini sudah kami lakukan, sehingga dari 1.847 desa dan kelurahan yang ada di Provinsi Riau, maka yang dipetakan sebagai daerah yang rawan Karhutla yaitu sebanyak 346 desa,"kata Wagubri.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa dalam menanggulangi Karhutla, Pemprov Riau lebih banyak mengantisipasi terhadap apa yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Karena langkah antisipasi lebih efektif dibandingkan melakukan pemadaman yang memerlukan banyak tenaga.
"Sehingga dengan dasar itulah kami lakukan pencegahan dan ditambah lagi dengan arahan pak presiden yang kemudian dilakukan perencanaan penanganan terhadap karhutla oleh Pemprov Riau,"ujarnya.
Upaya yang dilakukan terhadap agar supaya Riau tetap aman dari Karhutla, karena dampak dari Karhutla sangat besar diantaranya perekonomian terhambat, bandara
tutup dan sekolah sempat diliburkan karena asap yang begitu membahayakan bagi kesehatan.
"Selain itu juga banyak dampak negatif lainnya jika terjadi Karhutla. Untuk itu pelru kerjasama semua pihak untuk melakukan pencegahan terhadap Karhutla,"ajaknya.
Lebih lanjut Wagubri menjelaskan, penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau tentunya melibatkan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Menggala Agni, Masyarakat peduli api dan semua tokoh dilibatkan dalam menangani masalah tersebut.
"Bahkan sesuai instruksi bapak presiden untuk melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas juga kita lakukan untuk pencegahan karhutla di Provinsi Riau,"ucapnya.
"Kita laksanakan patroli secara bersama sama kemudian secara dini ada program yang kita lakukan yaitu Dashboard Lancang Kuning,"tambahnya.
Dashboard Lancang Kuning dimotori oleh Polda Riau juga berguna untuk mengetahui titik api yang begitu muncul secara real-time yang mana bisa memetakan posisi titik api baru tersebut berada di wilayah mana.
Dengan bantuan dari Dashboard Lancang Kuning tersebut, pihaknya dapat langsung menginstruksikan kepada personel yang sudah berada di lapangan.
Sehingga di seluruh wilayah yang ada di Riau berdasarkan pemetaan daerah rawan kebakaran maka sudah ada personel yang sudah siap untuk patroli setiap hari.
"Hal inilah yang membuat Riau di tahun 2020 bisa menekan tidak terjadi kebakaran yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya,"tutupnya.(gem)
Laporan : SOLEH SAPUTRA (Pekanbaru)
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…
Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…
Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…
DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…
Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…