Categories: Riau

KNPI Fuad Santoso Tantang KNPI Nazaruddin Buka-bukaan Legalitas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Wakil Bupati Pelalawan terpilih, Nazaruddin di daulat menjadi Ketua KNPI Riau versi tiga ketua umum pada Musda yang dilaksanakan di Pelalawan, Kamis (1/4/2021). Hal itu mendapat tanggapan serius dari Ketua KNPI Riau versi Haris Pertama, Fuad Santoso. Dikatakannya, dalam pelaksanaan Musda yang digelar di Kabupaten Pelalawan tersebut memunculkan banyak kejanggalan.

Hal itu disampaikan Fuad, dalam sebuah konferensi pers, Jumat (2/4/2021). Dikatakan Fuad, ada beberapa hal yang menjadi catatan pihaknya atas penyelenggaraan Musda di Pelalawan. Pertama adalah perihal aturan anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) yang menjadi acuan pelaksanaan Musda Pelalawan.

"Pertama, saya bersama 95 OKP (organisasi kepemudaan, red) dari 116 OKP pemilik suara menyatakan menolak pelaksanaan Musda yang di gelar di Pelalawan. Selanjutnya kami mempertanyakan legalitas, izin, serta dasar pelaksanaan Musda di Pelalawan," sebut Fuad didampimgi beberapa ketua OKP dan pengurus KNPI Riau.

Lebih jauh disampaikan dia, klaim kubu KNPI Nazaruddin bahwa versi tiga ketum merupakan jalan penyatuan pemuda adalah keliru. Justru Musda yang dilaksanakan di Pelalawan dianggapnya menjadi pemecah belah pemuda yang ada di Riau. Sebab, di dalam AD/ART KNPI jelas dikatakan bahwa tidak adalagi musyawarah setelah musyawarah. Sedangkan untuk tiga ketua umum yang di sebut merupakan versi legal dari pemerintah, ia juga membantah.

"Pemerintah itu, melalui Menteri Hukum dan HAM Bapak Yasona Laoly sama sekali belum mengeluarkan surat keputusan untuk KNPI versi tiga ketum. Namun, Yasona Laoly menyuruh agar seluruh versi KNPI pusat yang sebelumnya terpecah, untuk melaksanakan kongres bersama, bukan menyatakan legalitas," paparnya.

Ia kemudian menantang kubu Nazaruddin untuk buka-bukan AD/ART organisasi dan legalitas yang dimiliki secara live dengan disaksikan masyarakat luas. Sehingga persoalan saat ini bisa menjadi terang benderang. Sebab, hampir seluruh OKP yang ada di Riau disebutkan Fuad sudah merasa resah dengan adanya pemecahan di tubuh KNPI Provinsi Riau.

"Kami tantang kubu sebelah (Nazaruddin, red) untuk buka-bukaan AD/ART dan legalitas. Ayo kita adakan secara live dan disaksikan masyarakat luas. Ini penting, bukan hanya untuk kekuasaan semata. Karena menyangkut nasib organisasi kepemudaan yang ada, serta pemuda yang bernaung di bawah KNPI," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Bendahara KNPI Riau Nofri Andri Yulan. Menurut dia, sangat aneh bila ada seorang pimpinan KNPI di daerah lahir dari tiga ketua umum. Sehingga hal itu menjadi pertanyaan mendasar dari pihaknya. Karena di dalam legalitas sebuah organisasi sudah pasti bahwa hanya ada satu ketua umum.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

2 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

2 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

2 hari ago