Categories: Nasional

Orang Tua Komorbid, Siswa Tak Perlu Ikut PTM

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang mendorong sekolah untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, keputusan sepenuhnya tetap berada di tangan orang tua siswa.

Menurut Mendikbud Nadiem Makarim, kewenangan itu diberikan agar orang tua bisa melihat risiko anak atau kasus Covid-19 di keluarganya. Misalnya, bila ada orang tua atau anggota keluarga yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, disarankan anak tidak mengikuti PTM.

"Karena kalau orang tuanya punya komorbiditas yang tinggi, sebaiknya anaknya jangan sekolah dulu," tuturnya dalam acara diskusi kemarin (1/4).

Namun, lanjut dia, sekolah tetap harus membuka opsi PTM setelah guru dan tenaga kependidikan menerima vaksinasi lengkap. Terlebih bila anak-anak sudah menginginkan kembali ke sekolah dan sulit menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Nadiem mengungkapkan, Indonesia sedikit tertinggal soal pembukaan sekolah ini. Baru 20 persen sekolah yang melakukan PTM. Sementara itu, sudah hampir 85 persen negara-negara Asia Pasifik kembali ke sekolah tatap muka secara penuh. "Jadinya kita sedikit ketinggalan juga dengan negara-negara lain," ungkapnya. Padahal, pembukaan sekolah dibolehkan sejak Januari. Namun, keputusan tersebut ditentukan oleh pemda.

Menurut Nadiem, saat ini hidup bersinggungan dengan Covid-19 merupakan kenyataan yang harus dihadapi. Karena itu, mau tidak mau, harus mulai melaksanakan sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, dana BOS sudah diberikan fleksibilitas full untuk sekolah melakukan persiapan tatap muka. Dana BOS dapat digunakan untuk membeli masker, hand sanitizer, thermo gun, hingga kebutuhan lain untuk melengkapi daftar isi kesiapan sekolah sebelum PTM.

"Terserah mau masuk dua kali sepekan, tiga kali sepekan. Asal maksimal 50 persen kapasitasnya," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf meminta, sebelum PTM dibuka, pihak sekolah dan pemda melakukan pendataan pada siswa yang orang tuanya memiliki komorbid. Sebab, kekhawatiran penularan tak hanya terjadi di sekolah. Namun juga di rumah. "Kalau ada yang komorbid, tolong diizinkan siswa untuk tidak ke sekolah," ungkapnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mendukung kebijakan Kemendikbud bahwa anak di keluarga yang memiliki komorbid tidak perlu ikut PTM. Dia mencontohkan anak-anaknya yang tidak diizinkan ikut PTM. "Saya khawatir juga kalau PTM dimulai. Apalagi kami keluarga rentan dan komorbid," kata Lina.

Dia mengungkapkan, komorbid pada keluarganya adalah diabetes atau gula darah. Sedangkan anaknya masih duduk di bangku sekolah kelas II dan VI SD. Lina tinggal di kompleks perumahan yang sama dengan pasien Covid pertama dan kedua di Perumahan Studio Alam, Kota Depok, Jawa Barat.

Lina berharap kebijakan yang baik dari Kemendikbud itu dijalankan sampai tingkat terbawah. Kemendikbud juga harus memantau pelaksanaan kebijakan itu di sekolah-sekolah. "Soalnya kadang-kadang UPTD-nya yang gak menangkap aturan ini di bawah," jelasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

3 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

3 hari ago