Categories: Riau

Amankan 50 Ribu Batang Kayu Hasil Ilog di Meranti

(RIAUPOS.CO) – Kepolisian daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairdu) berhasil menggagalkan aksi penyeludupan batang kayu hasil illegal logging (ilog) di Kabupaten Kepulauan Meranti. Adapun jumlah kayu yang berhasil diamankan terbilang fantastis.

Yakni sebanyak 50 ribu batang. Hal itu diketahui dalam sebuah ekspose yang dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rabu (30/6).

Dikatakan Irjen Agung, pengungkapan ini awalnya bermula dari informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan menarik kayu ilegal dari perairan Kabupaten Meranti. Atas informasi itu, aparat melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.

Alhasil, petugas berhasil mencegat kapal membawa kayu di Perairan Selat Padang, Kecamatan Tasik Putri Kayu, Jumat (7/5) lalu. Berselang 16 hari kemudian, kembali dilakukan penangkapan kapal yang tengah menarik kayu di Perairan Selat Ringgit. Kemudian di Perairan Topang, Kecamatan Rangsang pada Selasa (25/5) dan Senin (14/6).

Setelah ditelusuri, ternyata 6 kapal yang mengangkut kayu olahan ini, tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK).

Lebih jauh disampaikan Kapolda, total kayu yang diamankan berjumlah sebanyak 50 ribu batang. Dengan jenis kayu berupa batang kayu bakau berjumlah 71 meter kubik dan 52 meter kubik kayu olahan jenis Meranti.

“Jumlah kayu ilegal yang diamankan sebanyak 50.000 batang. Kayu-kayu ini diperoleh para tersangka secara ilegal dengan melakukan penebangan liar di Kepulauan Meranti,” ungkap Kapolda.

Adapun para tersangka yang berhasil diamankan berjumlah sebanyak tujuh orang. Bersama para tersangka juga turut diamankan 6 kapal yang digunakan para pelaku mengangkut kayu tersebut. Adapun para tersangka yakni LS, SZ, MA selaku nahkoda kapal, BI selaku pemilik kayu serta SY dan AD selaku pemilik dan nahkoda kayu.

Sedangkan untuk penangkapan, melibatkan kapal milik Ditpoairud Polda Riau yakni KP Kedidi, KP Punai, KP I-1001, KP IV-2003 dan tim Intel Air Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Riau. Dari pengakuan para tersangka, rencananya kayu tersebut akan dikirim ke berbagai lokasi salah satunya negara Malaysia, Kabupaten Karimun Provinsi Kepri dan di sekitar wilayah Provinsi Riau.

‘’Selain dikirim ke Malaysia, untuk di Riau sendiri kayu itu akan dijual di Kabupaten Inhil dan Kabupaten Bengkalis,’’ sambung Kapolda.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 83 Ayat 1 huruf b Jo Pasal 12 huruf f Undang-Undang (UU) RI Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, sebagaimana dirubah dengan UU RI Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHPidana.

Mereka terancam hukuman paling singkat 1 tahun penjara dan 5 tahun penjara. Serta denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar.(kom)

 

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

2 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

3 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

3 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

3 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

3 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

3 hari ago