Categories: Riau

Hari Buruh, Demokrat: Pemerintah Harus Turun Tangan Bantu BuruhÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2020 ini menjadi mimpi buruk bagi para buruh sektro formal. Pasalnya, banyak pelaku bisnis melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerjanya karena krisis keuangan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Melihat kondisi ini, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Achmad meminta agar pemerintah harus bergerak cepat menangani kondisi  tersebut agar tidak terjadi gelombang PHK secara besar-besaran oleh perusahaan, dan pemerintah harus tegas dalam melindungi hak-hak buruh yang selama ini mungkin terabaikan.

“Pemerintah harus tegas terhadap urusan-urusan yang kena PHK itu. Biar mereka merasa dilindungi masa lalu dan merasa ada pemerintahan hadir ditengah krisis seperti ini. Pemerintah harus turun tangan untuk menyelamatkan mereka. Mereka punya keluarga, punya anak punya istri,” kata Achmad kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Achmad menilai, saat ini banyak pelaku usaha masih menggunakan pemikiran ekonomi klasik zaman dahulu dimana buruh hanya dianggap sebagai faktor produksi saja. Padahal, konsep itu saat ini sudah  tidak bisa dipakai lagi karena buruh adalah ujung tombak dan garda terdepan dalam kemajuan usaha.

“Coba bayangkan, bila buruh mendapatkan kesejahteraan, mereka akan bekerja dengan senang hati maka hasilnya yang dikerjakan sudah pasti akan baik. Jadi sekali lagi jangan melihat buruh itu hanya dari faktor produksi saja,”

Oleh sebab itu, lanjut dia, perusahaan atau pelaku usaha harus bertanggungjawab dan menjamin keselamatan pekerjanya. Jangan sampai mereka di PHK dalam kondisi sulit, padahal selama ini mereka membantu membesarkan usahanya dari kecil hingga besar. 

“Perusahaan juga jangan gampang saja mem-PHK pekerja yang selama ini sudah membantu membesarkan dan dengan tripartit. Perusahaan itu tetap harus memberikan biaya hidup pada mereka,” ungkap anggota Komisi VIII itu.

Menghindari hal tersebut kata dia, pemerintah harsu segera melakukan komunikasi dan pendekatan terhadap para pelaku usaha atau bisnis. Jika perlu, pemerintah bisa mengambil langkah tegas agar semuanmya ini tidak teerjadi.

“Saat ini kita bukan mencari siapa yang salah. Karena kondisi ini tidak ada satupun yang mampu memprediksinya. Jadi pemerintah harus lakukan komunikasi kepada pelaku usaha agar tidak merumahkan pekerjanya,” jelasnya.

Ia menyadari, kondisi ini sangat berat untuk dijalani. Namun dengan pemerintah hadir disana, maka setidaknya  masalah tersebut bisa diminimalisir. “Pemerintah juga bisa bantu mereka dengan bantuan sosial atau bantuan tunai Rp600 ribu itu,” katanya.

 

Laporan Yusnir (Jakarta)

Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tiga Bulan Teror Warga, Buaya 2,5 Meter di Sungai Gaung Akhirnya Diamankan

Buaya sepanjang 2,5 meter yang meresahkan warga Sungai Gaung, Inhil, selama tiga bulan akhirnya berhasil…

3 jam ago

UNPRI Pekanbaru Ukir Prestasi Nasional, Tiga Tim Mahasiswa Sabet Empat Penghargaan

Mahasiswa UNPRI Kampus Pekanbaru meraih empat penghargaan di ajang LETIN 8 tingkat nasional, mulai dari…

3 jam ago

Pemprov Riau Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Masyarakat Diundang Gratis ke Kantor Gubernur

Pemprov Riau menggelar nobar final Piala Dunia 2026 di halaman Kantor Gubernur Riau. Masyarakat diundang…

5 jam ago

Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Hiburan dan Doorprize

Pemko Pekanbaru kembali menggelar nobar final Piala Dunia 2026 di RTH Tunjuk Ajar Integritas. Acara…

6 jam ago

Cari Minuman Segar? Khas Pekanbaru Hotel Hadirkan Mango Dragon Refreshments Mulai Rp25 Rib

Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan Mango Dragon Refreshments dengan dua varian minuman tropis premium. Nikmati hanya…

13 jam ago

Antrean Panjang di Jalintim KM 75, Satlantas Pelalawan Bagikan 250 Paket Makanan untuk Pengendara

Satlantas Polres Pelalawan membagikan 250 paket makanan kepada pengendara yang terjebak antrean panjang akibat proyek…

16 jam ago