Categories: Riau

Gapki Gagas Bangun 1.000 Rumah untuk Pekerja Sawit

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau melalui Aksi Bersama Gapki, BP Jamsostek, BNI, Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Riau menggagas pembangunan 1.000  unit rumah untuk pekerja sawit di Riau yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (31/3).

Aksi bersama yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama, antara Serikat Pekerja, Serikat Buruh Riau, BP Jamsostek dan BNI serta Gapki Cabang Riau yang disaksikan Gubernur Riau H Syamsuar serta Kadisnakertrans Riau Jhonli, Kadisbun Riau Zulfadli dan perusahaan perkebunan yang tergabung dalam organisasi Gapki Riau maupun non-Gapki berlangsung lancar.

Ketua Gapki Riau Jatmiko K Santosa mengatakan, dari

hasil konsultasi bersama Gubri dan juga pengusaha serta serikat pekerja  dn lainnya untuk memikirkan kesejahteraan pekerja sawit di Riau. Makanya gagasan itu diwujudkan melalui kegiatan aksi bersama dan komitmen bersama untuk memikirkan nasib pekerja sawit Riau.

Tentunya kata Jatmiko,  dari seluruh yang terlibat dalam kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Karena tujuan dari kegiatan ini agar terjadi hubungan industrial yang harmonis dan pihaknya berencana membangun rumah untuk pekerja sawit.

‘’Kalau pekerja sejahtera tentu akan meningkatkan produksi perusahaan juga. Jadi kedua belah pihak diuntungkan. Tentu ini langkah maju dan sangat baik sekali. Karena selama ini ada anggapan antara perusahaan dan serikat pekerja selalu tidak ada titik temu dalam menyejahterakan karyawan pekerja sawit,’’ ujarnya.

Jatmiko juga mengatakan, pekerja merupakan faktor yang menentukan produksi dari perusahaan, makanya karyawan harus diberlakukan dengan baik dan program rumah untuk pekerja ini, baru pertama di Riau dan kerja sama semua pihak yang sudah membuat komitmen bersama dapat dijalankan sesuai rencana.
Ia mengatakan, penandatanganan kerja sama  bersama Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Riau gunanya  untuk menjaga hubungan yang baik di industri kelapa sawit. Rencana pembangun rumah pekerja buruh sawit untuk tahap awal ini 100 rumah dan selanjutkan akan diperbanyak lagi.

Jatmiko mengharapkan, agar pemerintah turut serta dalam memberikan dukungan bagi pengusaha perkebunan sawit untuk bisa mewujudkan rencana pembangunan perumahan bagi pekerja sawit yang ada di Riau.
Gubri H Syamsuar menyambut baik dengan terselenggaranya kegiatan aksi bersama dan diharapkan ini dapat terealisasi sesuai yang diharapkan bersama-sama. Tentunya kegiatan ini saling menguntungkan antara perusahaan dan juga karyawan.

‘’Melalui program perumahan untuk karyawan sawit ini sangat kami dukung. Mudah-mudahan tidak hanya taget 1.000 rumah untuk pekerja sawit saja, tapi harus lebih dari itu. Karena target pemerintah untuk penyediaan rumah bagi pekerja sektor perkebunan ini sangat baik sekali,’’ ujarnya.
Ia menyebutkan, sektor perkebunan di Riau memiliki potensi yang sangat besar, karena Riau merupakan daerah yang memiliki luas lahan perkebunan khususnya kebun kelapa sawit terluas secara nasional.

Tentunya Gubri mengharapkan, agar tidak terjadi ketimpangan antara pengusaha dan juga pekerjanya. Karena yang terjadi saat ini ketimpangan yang sangat jauh terjadi, di mana para pekerja hidupnya susah dan tidak memiliki rumah sampai mereka di usia pensiun nantinya.

‘’Tentunya upaya ini kami akan membantu untuk mewujudkan komitmen bersama agar pekerja sektor perkebunan juga ikut sejahtera,’’ harapnya.

Ia juga menyebutkan, kegiatan aksi bersama ini merupakan gagasan bersama,  meski Gapki Riau belum menghimpun seluruh pengusaha perkebunan sawit yang ada, namun pihaknya mengimbau agar perusahaan dapat berhimpun di Galki. Karena ini adalah untuk kerja sama antara pemerintah dan pengusaha.

‘’Kami sebagai pemerintah dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pengusaha. Karena Riau sebagai pengahil sawit  terbesar secara nasional di Indonesia. Bahkan pertumbuhan ekonomi di Riau juga dipengaruhi sektor perkebunan khususnya kelapa sawit,’’ jelasnya.

‘’Bahkan imbas pandemi Covid-19 ini cukup berat, namun pertumbuhan ekonomi Riau yang sempat monis 1,1 persen atau terkecil di Indonesia, turut diwarnai oleh sektor perkebunan sawit yang harga sawitnya masih bagus,’’ ujarnya.(ksm)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

2 hari ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

2 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

2 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

4 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago