Categories: Politik

Usulan Penundaan Pemilu Pengaruhi Elektabilitas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wacana penundaan pemilu perlahan-lahan surut. Namun, dampaknya mulai terasa. Sejumlah partai politik yang mewacanakan hal itu disebut mengalami penurunan elektabilitas.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah Putra menyatakan, survei IPO pada 11-17 Maret menunjukkan adanya indikasi ‘hukuman’ publik. Yakni pada partai-partai yang mengusulkan penundaan pemilu. Hal itu berupa penurunan elektabilitas dibandingkan survei Februari.

Partai Golkar misalnya, turun dari 11,9 menjadi 8,5 persen. PKB merosot dari 5,6 ke 4,6 persen. PAN juga melorot dari 5 menjadi 2,2 persen. "Jadi wacana penundaan pemilu yang digulirkan ketua-ketua umum partai berdampak negatif pada elektoral partai," ujarnya, kemarin (28/3)

Sebaliknya, partai yang menunjukkan sikap menolak wacana tersebut, elektabilitasnya terpantau naik. Seperti Partai Demokrat yang menyodok ke posisi tiga dan PKS yang naik dari posisi delapan ke lima.

Dalam survei yang melibatkan 1.200 responden itu, angka penolakan terhadap wacana penundaan pemilu juga dominan. Yakni mencapai 77 persen. Jauh meninggalkan kelompok yang setuju dengan 23 persen.

Terpisah, anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie mengajak semua pihak untuk meredam isu penundaan pemilu. Sebab, Presiden Joko Widodo sudah jelas-jelas menolak wacana itu. "Karena itu akan menjerumuskan presiden," terang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tetap menolak penundaan pemilu. Menurut dia, PDIP tidak akan mengubah sikap terkait wacana tersebut. "Kami tidak akan menjilat ludah sendiri," tegasnya saat ditemui di Sekolah Partai DPP PDIP Lenteng Agung.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan wacana penundaan pemilu bukan hal yang dilarang. Penundaan pemilu memang tidak diatur dalam konstitusi. Namun, hal itu bisa dilakukan melalui amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. "Itu sah-sah saja dilakukan," kata Wakil Ketua MPR itu.(far/lum/bay)

Laporan JPG, Jakarta

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

2 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

2 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

5 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

5 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

5 hari ago