Categories: Politik

Dampak Kemiskinan, Serangan Fajar Bakal Gencar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kondisi masyarakat yang kesulitan ekonomi saat pilkada, peluang terjadinya politik uang (money politics), semakin besar.

Menurut Pengamat Politik dari Unand, Doni Hendrik MSOC SC, rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat di saat pandemi Covid-19 ini, menjadikan sebuah peluang untuk melaksanakan money politics, salah satu caranya serangan fajar.

“Dalam sebuah kampanye politik, seorang calon akan memperlihatkan kapasitas dan kemampuan terbaiknya dalam memenangan pertarungan di pilgub dan pilkada. Tetapi, di masa pandemi Covid-19 ini, rendahnya perekonomian masyarakat, menjadikan celah bagi calon untuk berbuat nakal,” ungkapnya.

Apalagi keterbatasan gerakan dan aktivitas masyarakat, membuat peluang tersebut semakin besar, di saat masyarakat butuh asupan bantuan ekonomi oleh berbagai pihak. “Ini yang harus diwaspadai bersama,” terang Doni Hendrik.

Selain itu, Doni Hendrik memandang akan terjadi problematika yang cukup kompleks, saat penyelenggaraan pilkada 2020. Ketakutan tertularnya wabah Covid-19, menghasilkan rendahnya partisipasi politik dari masyarakat, dalam melakukan pemilihan.

“Apalagi pandemi telah menciptakan keterbatasan KPU dan stakeholder dalam mensosialisasikan pilkada 2020 di tengah masyarakat,” jelasnya.

Pengamat Politik dari Unand, Dr Asrinaldi M.Si menilai, kondisi ekonomi yang sulit di masa pademi ini menyebabkan masyarakat akan berpikiran pragmatis dan mengambil keuntungan jangka pendek dengan menerima “bantuan” dari kontestan yang bertarung di pilkada.

Jelang pilkada para calon yang bertarung, akan menjadi baik hati. Apalagi saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, mereka akan gencar dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Apapun istilahnya, siapa yang memberi, tentu akan diterima, dan kondisi ini telah menjadi sebuah “kelumrahan” di tengah masyarakat yang sangat sulit, dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Pakar Sosiologi Politik dari Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Eka Vidya Putra SSos MSi memandang, money politics selalu terjadi saat ajang pemilu.

“Tidak hanya di masa pandemi seperti saat ini, money politics atau serangan fajar kerap terjadi selama perjalanan pemilu bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh fakator budaya, ekonomi, politik hukum dan sosial. Walau bagaimanapun, money politics dan serangan fajar tersebut ibarat kentut. Ia ada tetapi sulit dibuktikan,” jelasnya.(hsn/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

6 jam ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

6 jam ago

BBM Langka di Pulau Bengkalis, Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…

9 jam ago

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

1 hari ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

1 hari ago

Plt Bupati Kuansing Muklisin Imbau ASN Tetap Profesional dan Jaga Pelayanan Publik

Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…

1 hari ago