Jusuf Kalla
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tahapan Pilpres 2019 segera berakhir. Sejumlah partai Koalisi Indonesia Adil Makmur ancang-ancang bergabung dengan kubu pemenang. Itu setelah Mahkamah Konstitusi menetapkan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemenang.
Lalu bagaimana tanggapan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal hal ini? Pria yang akrab disapa JK itu mengaku tidak mau ikut campur terkait partai dari koalisi opisisi yang akan bergabung dengan kubu Jokowi. Terlebih, pada pemerintahan mendatang, dia tidak akan turut andil.
"Karena pemerintah akan datang saya tidak ikut lagi, saya tidak tahu itu lagi koalisi-koalisi itu. Itu tergantung ke Pak Jokowi sendiri," kata Jusuf Kalla kemarin.
Dia menilai fenomena partai dari koalisi oposisi bergabung dengan pemerintah adalah hal lumrah. Dalam politik, tidak ada yang namanya lawan dan kawan abadi. Sebut saja pada 2014, saat itu, Partai Golkar, PAN, PPP mendukung Prabowo.
"Tapi untungnya Golkar, PAN, PPP, juga bergabung dalam pemerintahan ini. Jadi politik itu dinamis sekali. Karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa saja dalam politik," ungkap JK.(int/wws)
Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…
Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…
Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…
DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…
Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…
Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…