Categories: Politik

Demokrat Pertanyakan Kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengapresiasi lahirnya Partai Mahasiswa Indonesia. Namun, Kamhar mengaku tetap mempertanyakan sejumlah hal khususnya sumber dana mendirikan partai tersebut.

"Kita berbaik sangka, memandang ini sebagai capaian dalam percepatan pengkaderan bangsa, namun tentunya juga timbul berbagai pertanyaan, dari mana biaya mendirikan partai? Membuat parpol tak mudah dan tak murah," kata Kamhar, Ahad (24/4).

Karena itu, kata Kamhar, ketua umum dan jajaran pengurusnya perlu menjelaskan kepada publik terkait keberadaan partai tersebut. Apalagi, jika nanti sampai pada tahap menjadi peserta pemilu yang membutuhkan energi dan sumber dana yang tidak kecil.

"Infonya Partai Mahasiswa Indonesia ini perubahan dari Parkindo 1945. Ini penting untuk dijelaskan ke publik, proses akuisisinya seperti apa," ucap Kamhar.

Terlepas dari pertanyaan tersebut, Kamhar tetap menyambut baik terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia yang dibidani dan dimotori para aktivis mahasiswa yang tergabung pada salah satu kubu BEM Nusantara yang sempat bertemu Wiranto. Dalam perspektif diskursus demokrasi, kata dia, tentu terbersit harapan partai ini akan dinamis dan idealis.

"Hal ini sesuai dengan gerakan mahasiswa yang ‘genuine’ dalam merespon berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga bisa berkontribusi nyata pada peningkatan derajat dan kualitas demokrasi," papar Kamhar.

Kamhar menyampaikan, kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia merupakan suatu gebrakan besar bagi mahasiswa untuk langsung sampai pada capaian membentuk partai politik. Menurutnya, partai ini merupakan suatu lompatan besar, bahkan tak mampu direalisasikan oleh generasi pendahulu yang monumental dalam sejarah pergerakan mahasiswa sepeti angkatan 66, angkatan 74, maupun angkatan 98.

"Luar biasa dampak pandemi Covid-19 bagi pergerakan mahasiswa. Langsung buat partai sendiri. Generasi aktivis terdahulu setelah berkiprah dari organisasi intra dan ekstra kampus, melanjutkan kiprah ke Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP), Ormas, organisasi sayap partai, dan melalui antrian yang cukup panjang untuk sampai pada posisi-posisi strategis di kepengurusan pusat parpol," cetus Kamhar.

Sebagaimana diketahui, Partai Mahasiswa Indonesia sudah terdaftar sebagai partai politik berbadan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Adapun yang berkedudukan sebagai ketua umum di partai tersebut yakni Eko Pratama yang juga merupakan Koordinator Pusat BEM Nusantara.(jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 jam ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

2 jam ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

2 jam ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

2 jam ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

3 jam ago

Petani Diserang Beruang Madu Saat Bekerja, Terluka Parah dan Dilarikan ke RSUD Selasih

Petani di Pelalawan diduga diserang beruang madu saat menyadap karet. Korban terluka parah dan dirawat…

6 jam ago