Yandri Susanto (foto/rmol.id)
JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Kisruh internal Partai Amanat Nasional (PAN) terus terjadi menjelang pelaksanaan Kongres V awal tahun depan.
Pasalnya, pergulatan politik antara loyalis petahana Zulkifli Hasan dengan loyalis Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais makin kentara.
Hal itu dapat dilihat dari tuding-menuding yang dilakukan para loyalis.
Bahkan baru-baru ini, rapat pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN mencapai klimaks kericuhan. Dimana apinya dipicu dari sikap Zulhas yang “seenak udele dewe” dalam menentukan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Kongres.
Zulhas yang membawa lari palu sidang usai menetapkan SC dan OC Kongres, ditanggapi oleh politisi senior PAN Muslim Ayub.
Muslim menganggap Zulhas sebagai perusak sejarah PAN, karena menghalalkan segala cara untuk memenangkan pemilihan ketua umum di Kongres nanti. Bahkan, Muslim menyebut Zulhas berupaya menyingkirkan 10 loyalis Amien dalam struktur pengurus harian DPP PAN, demi menguasai kursi 01 PAN.
Tidak terima tudingan Muslim, Ketua DPP PAN Yandri Susanto angkat bicara, dan menyatakan pencoretan 10 nama pengurus adalah suatu hal yang biasa.
“Ya kalau pun ada reshuffle kepengurusan biasa. Karena kan tiap tahun ketua umum mengevaluasi siapa yang tidak aktif, siapa tidak hadir di rapat harian, tidak pernah kelihatan mukanya, itu biasa di reshuffle,” ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/12).
DPP, lanjut Yandri, tidak semena-mena mencoret 10 nama tersebut tanpa mendasarkan diri kepada aturan main partai dan pengalaman-pengalaman kepemimpinan pengurus PAN terdahulu.
Katanya, dari awal kepemimpinan Amien hingga Zulhas sekarang, reshuffle selalu pasti terjadi. Bahkan, dia mencontohkan budaya reshuffle keorganisasian lewat kebiasaan pemimpin negara “Presiden” saat me-reshuffle kabinetnya yang tidak becus dalam bekerja.
“Presiden saja biasa me-reshuffle menterinya kan. Kalau menterinya tidak becus, tidak aktif, tidak berkompeten, di-reshuffle, itu biasa. Dan memasukan orang baru itu biasa,” sebut Yandri.
“Lagipula dari periode lalu juga ketua umum-ketua umum sebelumnya juga melakukan itu. Jadi itu sesuatu yang biasa,” tambah Ketua Komisi VIII DPR ini.
Sumber: Rmol
Editor: Deslina
Tukang ojek di Bengkalis dibacok penumpang menggunakan parang setelah mengantar ke Desa Kembung Baru. Korban…
Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada…
Sekitar 3.500 Pramuka mengikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru. Wako Agung Nugroho mendorong aksi…
Kabut asap di Pekanbaru membuat jarak pandang hanya 1.600 meter. Citilink QG936 sempat holding sebelum…
Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…
HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…