Categories: Politik

Warga Rokan IV Koto Minta Andi Rachman Bawa “Kue” Lebih dari Pusat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Anggota Fraksi Golkar DPR RI Ir H Arsyadjuliandi Rachman menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar di Resto Agrowisata Puncak Godang, Desa Cipang Kiri, Kecamatan Rokan IV Koto, Rokan Hulu akhir pekan lalu. Menariknya, pada sosialisasi kali ini, warga masih ingat apa yang pernah dikerjakan Andi Rachman, sapaan akrab legislator Senayan tersebut saat menjadi gubernur Riau 2016-2018.

Seriusman, salah seorang tokoh masyarakat Rokan IV Koto mengatakan Andi Rachman hadir di sini selain karena sosialisasi empat pilar MPR RI, juga karena sayang dengan warga Rokan Hulu. Lebih khusus lagi Rokan IV Koto.

"Kami berterima kasih karena Pak Andi sudah buka jalan akses hingga Pasaman. Dampak ekonominya sangat baik untuk warga. Tidak ada ego sektoral," ujarnya. Selain membuka jalan akses, Andi Rachman juga membangun lima jembatan di wilayah Rokan IV Koto. Janji Andi Rachman untuk mengalir listrik di wilayah perbatasan Rohul dan Sumatera Barat itu pun sudah terealisasi.

"Sekarang pak Andi ada di DPR RI. Kami berharap, pak Andi bawa lebih banyak lagi kue pembangunan dari pusat untuk Riau," ucapnya. Sementara Andi Rachman mengenang mengapa ia begitu ngotot akses Rokan IV Koto hingga Pasaman itu tembus. Pertama karena pada saat ia dan pak Annas Maamun maju pada pemilihan gubernur Riau tahun 2013. Pada saat itu, ada tim sukses rekan separtainya akan kampanye untuk pasangan Anas – Andi di wilayah Rokan IV Koto.

Pada saat itu, tim sukses minta disediakan mobil berpenggerak roda 4×4 karena katanya medan jalan ke sana sulit dilewati. "Saya sediakan mobil seperti yang diminta. Tapi kemudian dapat kabar, mobilnya nggak bisa pulang karena terpuruk. Seingat saya tim tersebut dijemput masyarakat. Mobilnya sendiri akhirnya dijemput sama Suparman," kenang Andi Rachman.

Ia pun berpikir pada saat itu, mobil 4×4 aja nggak bisa keluar. Betapa parahnya jalan di Rokan IV Koto. Peristiwa kedua saat terjadi bencana banjir di Desa Batas yang memang bertetangga dengan Pasaman, Sumbar. Pihaknya tidak bisa mengirim bantuan. Karena tidak adanya akses darat ke sana. Bantuan akhirnya dikirim menggunakan heli.

"Saya ikut langsung mengantarkan bantuan itu. Tapi pemandangan yang berbeda saya lihat di sana. Di wilayah Pasaman, jalannya mulus mengkilat. Di tempat kita berlumpur dan sulit dillalui," ujarnya. Begitu pulang dari Desa Batas, ia langsung minta ke jajarannya untuk segera menembus akses darat dari IV Koto hingga Pasaman.

Akhirnya sebelum masa jabatannya sebagai gubernur berakhir pada 2018, akses darat itu memang terbuka. Baik jalan maupun jembatan. Bahkan juga daerah di perbatasan bisa dialiri listrik.(egp)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Beroperasi Selama 31 Tahun, Mall Legendaris Plaza Citra Pekanbaru Tutup Permanen

Pusat perbelanjaan legendaris Plaza Citra Pekanbaru resmi menghentikan operasional secara permanen setelah 31 tahun melayani…

6 jam ago

16 Tahun Setia Mendampingi Dharma Loka, Coach Dewit Terapkan Ilmu DBL Camp 2025

Coach Dewit sukses mengaplikasikan ilmu dari DBL Camp 2025 untuk membenahi fundamental pemain hingga membawa…

6 jam ago

Kreatif dan Sarat Pesan Lingkungan, Penampilan Tim Dance SMA Stella Gracia Curi Perhatian

Tim dance SMA Stella Gracia Pekanbaru mencuri perhatian publik pada ajang Aqua DBL Dance 2026…

6 jam ago

Perkembangan Penggerebekan MP Club: Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka, 3 Orang Dipulangkan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menetapkan lima orang tersangka, termasuk empat pekerja THM, terkait kasus…

7 jam ago

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

18 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

18 jam ago