Pengamat politik Ubedilah Badrun.(skanaa.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pengamat politik Ubedilah Badrun menyebut nasib Koalisi Indonesia Adil Makmur akan semakin jelas setelah hakim Mahkamah Konstitusi (MK) membuat keputusan terkait sengketa hasil Pilpres 2019, 28 Juni nanti.
Menurut dia, koalisi itu bisa bertahan dan bubar setelah putusan sidang. ’’Di politik itu sangat pragmatis. Jadi, bisa buyar, bisa juga enggak,’’ kata Ubedilah ditemui awak media di Jakarta, Minggu (23/6/2019).
Ubedilah mengatakan, dari segi sejarah hanya Gerindra dengan PKS yang setia berkoalisi di kancah politik nasional. Dua partai lain yakni Demokrat dan PAN, tidak mempunyai sejarah kuat berkoalisi dengan Gerindra serta PKS. ’’Paling kalau dari segi sejarah, faktanya paling bisa bertahan ya Gerindra dan PKS. Jadi, yang lain mungkin bisa keluar. Itu kan ditunggu 01,’’ ucap dia.
Nantinya, kata dia, persoalan Demokrat dan PAN pergi dari Koalisi Indonesia Adil Makmur ini sangat bergantung tawaran koalisi partai pendukung capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin.
Direksi Pertamina Drilling meninjau Rig PDSI#54.2 di wilayah kerja PHR Rokan untuk memastikan operasional berjalan…
Agung Toyota Riau meluncurkan Toyota New Veloz Hybrid EV di Mal SKA Pekanbaru. Pengunjung bisa…
Kebakaran hebat melanda 12 kios semipermanen di Jalan Merak Pekanbaru. Dua mobil minibus ikut terbakar,…
PN Pekanbaru menetapkan sidang perdana kasus korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid pada 26 Maret.…
Cuaca panas hingga 34°C membuat tanaman penghijauan di median Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru mulai mengering.…
Plt Gubri Riau memuji perjuangan Bupati Siak Afni Zulkifli dalam memperjuangkan fiskal daerah. Pemprov Riau…