Categories: Politik

Pilkada Mendatang Honor Panwascam Naik

Banjarmasin (RIAUPOS.CO) — Usai Pemilu, Bawaslu Kalsel mengavaluasi kinerja  pengawas kecamatan (Panwascam) yang berstatus Ad Hoc. Sesuai ketentuan, tugas mereka berakhir pada akhir Juni ini. Dari catatan Bawaslu Kalsel, sepanjang tahapan pemilu tadi, ada tiga pelanggaran kode etik yang dilakukan Panwascam.

Tiga kasus ini terjadi di Kabupaten Barito Kuala, Banjar dan Hulu Sungai Utara. “Salah satunya yang di Batola diberhentikan secara tak hormat,” beber Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan saat Media Gathering bersama awak media kemarin.

Dia tak ingin, kasus ini kembali terjadi saat gelaran Pilgub dan Pilkada di 7 kabutan dan kota 2020 mendatang. “Ini sempat mencoreng kami. Apalagi ada yang sempat minta-minta dana kepada peserta pemilu,” ucapnya.

Perekrutan Panwascam akan kembali dilakukan. Mengacu aturan, digeber tujuh bulan sebelum pemungutan suara. “Tarik mundur setelah itu dilakukan perekrutan. Kami tak ingin yang direkrut nanti mentalnya seperti yang bermasalah kemarin,” tegasnya.

Di sisi lain, kabar menarik bagi Panwascam mendatang. Uang kehormatan atau honor mereka akan ditingkatkan. Dari yang sebelumnya hanya Rp1,5 juta. Pada pemilu mendatang menjadi Rp2,5 juta.

Tak hanya honor, Panwascam yang dinaikkan, Iwan membeberkan, panita pengawas desa atau kelurahan hingga panwas TPS juga mendapat penambahan honor. Untuk Panwas desa atau kelurahan honornya Rp1,5 juta. Sedangkan pengawas TPS Rp800 ribu. “Ini kabar baiknya. Besaran honor yang diterima disesuaikan dengan bobot pekerjaan,” ujarnya.

Dia meyakini, meski Pilkada mendatang tak seberat pengawasan dibandingkan saat Pemilu serentak lalu, namun tantangannya berbeda. Salah satunya jika ada intervensi dari calon petahana. “Saya kira sama beratnya. Hanya pada Pilkada persoalan hanya tingkat lokal,” sebutnya.

Saking beratnya pengawasan pada Pemilu tadi, sebanyak 40 petugas sempat tumbang. Bahkan tiga orang meninggal dunia. “Mudah-mudahan Pilkada mendatang korban nihil,” harapnya.

Menariknya, pada pemilu lalu, ada dua orang anggotanya yang hingga melahirkan disaat melakukan pengawasan. Yakni di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola). “Yang di Batola, dia melahirkan setelah menyerahkan laporan,” terang Iwan.(mof/by/ran/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

1 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

1 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

2 hari ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

2 hari ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

3 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

3 hari ago