target-2024-kursi-wali-kota-dan-ketua-dprd-milik-demokrat
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – DPC Partai Demokrat Kota Pekanbaru memiliki mimpi besar pada Pemilu 2024 mendatang, yakni kembali mengawinkan Wali Kota Pekanbaru, dan juga Ketua DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Demokrat.
"Ini harus bisa kami pertahankan, target kita Pekanbaru lebih baik," kata Tengku Azwendi Fajri, yang saat ini terpilih sebagai Ketua DPC Demokrat Pekanbaru hasil Musda serentak DPD Partai Demokrat se-Riau di Kota Dumai yang dilaksanakan, Senin (18/4) lalu.
Diakui Azwendi, target untuk mempertahankan kursi Walikota dan harapan untuk mendapatkan kembali kursi ketua DPRD Kota Pekanbaru bukan pekerjaan ringan. Akan tetapi dirinya dengan tongkat komando ditangan berharap bisa bersama seluruh kader di Pekanbaru mewujudkannya.
"Kepada seluruh kader, mari kita rapatkan barisan menjelang pemilu 2024. Kita raih kembali kursi kemenangan yang pernah dicapai pada periode sebelumnya," kata Azwendi menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (21/4).
Saat ini, memang Tengku Azwendi Fajri pasca terpilih aklamasi untuk masa bhakti 2022-2027 masih harus mengikuti tahapan fit and proper test dan setelah lulus maka dilanjutkan dengan pelantikan. Namun begitu, anggota DPRD Kota Pekanbaru tiga periode ini sudah membulatkan tekad untuk membawa Partai Demokrat meraih impian dan kemenangan di pemilu 2024 mendatang.
"Bersatu kita membangun dan membesarkan partai ini. Partai ini adalah partai kita semua," ujarnya.(gus)
Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…
SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…