Categories: Politik

Soal Tambah Koalisi, PKB Dinilai Tak Terbuka

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai saat ini koalisi partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin sudah cukup gemuk. Partai-partai politik yang tergabung di dalamnya sudah banyak.

Atas dasar itu, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Maman Imanul Haq menengarai, masuknya partai baru dapat mengganggu soliditas koalisi. Apalagi, dalam pandangan Maman, partai-partai tersebut sebelumnya tidak turut berjuang memenangkan petahana.

“Misalnya ada beberapa partai yang sebaiknya tidak masuk. Lihat saja partai yang di dalam, tapi enggak jelas, cuma merecoki. Daripada nanti mengganggu, lebih baik di sana (oposisi) ajalah sebagian,” ujar Maman dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (20/7).

Maman menegaskan, penolakan PKB terhadap hadirnya partai baru bukan lantaran takut jatah kursi yang bakal diperoleh berkurang. Menurut Maman, partainya hanya bermaksud menjaga keutuhan dan soliditas koalisi. “Jadi, ini bukan karena persoalan nanti kita takut kehilangan kursi,” katanya.

Maman mengatakan, loyalitas PKB tidak perlu dipertanyakan. PKB sedari awal sudah menyatakan mendukung Jokowi, bahkan hingga lima tahun ke depan.

Ia menegaskan, partainya tak seperti partai lain yang mengaku-aku loyal, namun tiba-tiba berubah arah dukungan. “Artinya ketika dia berkoalisi, ketika di dalam, soal dedikasi loyalitas itu penting,” ungkapnya.

Maman menyadari semua keputusan mengenai koalisi ada di tangan Presiden Jokowi. Namun demikian, ia yakin para relawan dan pendukung akan kecewa jika tiba-tiba ada partai bukan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin masuk ke dalam kabinet. ”Menurut saya ini sangat menyakiti juga, menyakiti teman-teman relawan,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan, pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin sudah sangat banyak. Kondisi ini berbeda dari 2014 silam.

Maka, ia pun menyarankan partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap menjadi oposisi. Menurutnya, sejauh ini belum ada untungnya partai-partai pendukung 02 gabung dengan koalisi 01. ”Belum ada manfaatnya, karena kekuasannya kami itu mayoritas,” ujar Johnny dalam diskusi di kawasan Jalan Wijaya, Jakarta, Jumat (19/7).

Oleh sebab itu, Johnny menyarankan supaya partai pendukung Prabowo-Sandi tetap menjadi oposisi. Karena pemerintah juga perlu pengawasan dari oposisi dalam mengelola Indonesia lima tahun ke depan. “Karena oposisi juga bisa membangun bangsa dan negara, walaupun mengambil sikap politik berbeda,” ungkapnya.(jpg)
Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Server Gangguan, Layanan KTP-el di Pekanbaru Lumpuh Sementara

Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…

9 jam ago

Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan, Korban Luka Serius

Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…

9 jam ago

PT BSP Buka Lowongan Direktur, Kesempatan Emas untuk Putra Putri Terbaik

Pemkab Siak membuka seleksi direksi PT BSP. Kesempatan terbuka bagi putra putri terbaik dengan kualifikasi…

1 hari ago

Hindari Kecelakaan Saat Arus Balik, Ini Tips Penting dari Capella Honda

Capella Honda bagikan tips aman berkendara motor saat arus balik. Mulai dari cek kendaraan, istirahat…

1 hari ago

DJP Riau Beri Relaksasi SPT, Wajib Pajak Tak Kena Sanksi

DJP Riau memperpanjang pelaporan SPT Tahunan dan menghapus sanksi keterlambatan. Kebijakan ini untuk meningkatkan kepatuhan…

1 hari ago

Aksi Pencurian Kabel Bikin Jalan Sudirman Pekanbaru Gelap Gulita

Kabel LPJU di Jalan Sudirman Pekanbaru dicuri OTK, menyebabkan jalan gelap. Dishub langsung lakukan perbaikan…

1 hari ago