UNJUK RASA: Mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) terlibat aksi saling dorong dengan pihak kepolisian saat menyampaikan aspirasi dalam unjuk rasa di depan Kantor KPU Riau, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Senin (20/5/2019). (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) mendatangi Gedung KPU Riau, Jalan Gajah Mada, Senin (20/5) siang.
Mengenakan jaket almamater berwarna biru, para mahasiswa melaksanakan aksi penyampaian petisi yang ditujukan terhadap KPU Riau. Namun aksi itu tidak berjalan mulus. Karena sempat terjadi kericuhan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang KPU Riau.
Awalnya, mahasiswa meminta kepada pihak KPU agar diizinkan masuk ke dalam gedung untuk audiensi. Pihak keamanan, dalam hal ini aparat kepolisian setelah berdiskusi dengan pihak KPU Riau mengizinkan untuk masuk. Dengan catatan, hanya sebagian perwakilan saja. Tidak seluruh peserta aksi. Namun hal itu tidak disepakati mahasiswa. Karena mereka ingin seluruh peserta yang hadir bisa masuk.
Di situlah sempat terjadi aksi saling dorong antara pihak kepolisian dengan mahasiswa. Puncaknya, beberapa oknum kepolisian sempat mendorong peserta aksi bahkan melayangkan tendangan.
Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama. Karena sebagian polisi lainnya, berusaha melerai kericuhan yang terjadi antara polisi dengan mahasiswa. Sedangkan dari mahasiswa, ada yang mengalami luka ringan akibat tendangan oknum polisi.
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…
Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…
Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…
Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…
Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…