Jaksa Agung Muhammad Prasetyo(foto/int)
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo ogah menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal pimpinan Kejaksaan Agung ke depan bukan dari partai politik lagi.
“Saya tidak punya respons apa-apa, enggak masalah. Saya memang pernah berada di parpol, tetapi ketika ditugaskan sebagai jaksa agung ini, parpol itu melepaskan saya,†ucap Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8).
Bagi Prasetyo, tidak penting dari partai apa seorang jaksa agung itu berasal, tetapi bagaimana orang tersebut bisa menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.
“Selama ini saya rasa semua bisa melihat bagaimana seorang jaksa agung selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara ini, bukan untuk kepentingan tertentu, tidak kepentingan parpol,” jelas politikus kelahiran Tuban, Jawa Timur itu.
Pihaknya pun mempertanyakan, kenapa baru sekarang ini latarbelakang jaksa agung baru dipersoalkan. Kalau ada yang khawatir soal independensi, pihaknya memastikan gedung budar-sebutan Kejagung selama ini tidak terganggu independensinya.
“Selama ini terganggu enggak independesinya? Tidak akan terganggu,” tukas Prasteyo.
Disinggung soal evalusasi kinerjanya oleh Presiden Jokowi, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) ini mengaku tidak pernah mendapat teguran dari suami Iriana.
Saya tidak pernah ditegur, tidak pernah ada kekecewaan presiden. Orang semua melihat apa yang saya lakukan. Enggak ada masalah. Bahwa selama saya menjabat jaksa agung semua orang bisa melihat,” jelasnya.(fat)
Sumber: jpnn.com
Editor: deslina
Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…
Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…
BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…
Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…
Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…
Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…