Categories: Politik

Tawarkan Ambang Batas Parlemen 4-5 Persen

Safari politik terus dilakukan sejumlah elite parpol pada awal tahun ini. Misalnya, sejumlah petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertandang ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor.  

Rombongan petinggi PKS yang dipimpin M Sohibul Iman diterima langsung oleh SBY. Dari PKS, tampak hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mustafa Kamal, Ketua Fraksi DPR Jazuli Juwaini, dan sejumlah anggota DPR. Sementara itu, SBY didampingi Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Sekjen Hinca Panjaitan, dan sejumlah anggota DPR. Pertemuan berlangsung tertutup mulai pukul 19.00 hingga 20.40.

"PKS dan Demokrat pernah berkoalisi selama sepuluh tahun. Pertemuan ini menggali memori kebersamaan kami," kata Presiden PKS M Sohibul Iman.
Dalam pertemuan itu, lanjut Sohibul, pihaknya membicarakan banyak hal dengan SBY dan jajarannya. Salah satunya soal kepemiluan. PKS dan Demokrat sama-sama menolak usulan sejumlah partai yang ingin menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 7 persen. "Pak SBY dan kami tidak setuju usulan itu," papar Sohibul.

Menurut dia, kenaikan ambang batas parlemen bisa berdampak pada penyederhanaan partai politik secara signifikan. Hal itu dinilai bisa mengabaikan aspirasi dan suara rakyat. "Kondisi ini juga bisa menghilangkan keberagaman politik di Indonesia," jelasnya.

Pihaknya lebih sepakat kalau ambang batas parlemen mencapai 4–5 persen. Ambang batas tersebut dinilai sangat representatif bagi keberagaman politik. Sebab, dengan angka PT 4–5 persen, jumlah partai yang eksis bisa mencapai 8, 9, hingga 10 parpol.

Namun, jika parliamentary threshold dinaikkan jauh lebih tinggi, mungkin partai akan berkurang menjadi 5 atau 6 parpol saja. "Itu saya kira akan menghilangkan representasi kemajemukan Indonesia," tegasnya.

Selain UU Pemilu, kedua partai menjajaki kemungkinan koalisi dalam pilkada 2020. Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, sangat terbuka kemungkinan Demokrat berkoalisi dengan PKS di pilkada. Namun, koalisi akan melihat kebutuhan dan komunikasi di daerah. "Tim pilkada Demokrat dan PKS nanti bertemu. Akan dijajaki lebih jauh di wilayah mana saja kita mungkin berkoalisi," papar Hinca.(mar/c7/fat/jrr)

 

Laporan: JPG

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

20 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

20 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago