Categories: Politik

Publik Tak Ingin Kader Parpol Duduki Kejagung

(RIAUPOS.CO) — PEMBAHASAN siapa yang akan bertahan dan pergi di kabinet jilid II Jokowi makin ramai. Ada beberapa menteri yang dianggap sebagian kalangan bakal dipertahanakan dan beberapa lainnya diganti.

Direktur Gema Jokowi Amin (Jomin) Dian Assafri mengatakan, ada beberapa menteri yang masih layak untuk dipertahankan. Itu pendapat dari kalangan relawan.

“Saya pikir ada delapan menteri yang harus dipertahankan Jokowi pada kabinet kerja jilid dua untuk keberlanjutan pembangunan,” kata Dian dalam diskusi Gema Kosgoro bertajuk Meneropong Kabinet Kerja Jilid 2: Yang Bertahan dan Yang Terbuang di Wisma Mas Isman, Jumat (11/10).

Kedelapan menteri yang harus dipertahankan itu adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki HadiMoeljono, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, pembicara lainnya, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas punya pandangan lain. Soal siapa saja yang sebetulnya layak dipertahankan Jokowi dan masuk kabinet kerja jilid 2.

“Pak Jokowi perlu dibantu oleh menteri yang visioner tidak hanya berkarakter eksekutor. Dan menurut saya ada sejumlah menteri yang menunjukan kinerja yang kinclong,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Abbas, ada sederet menteri lainnya yang sebetulnya layak mendapat apresiasi yang positif yakni, Sri Mulyani, Pratikno, Airlangga Hartarto, Basuki Hadimoeljono, Pramono Anung dan Moeldoko.

“Sedangkan untuk Moeldoko harus didampingi PR (public relation,red) yang bagus,” katanya.

Sementara Direktur Jpnn Auri Jaya berharap agar Jokowi untuk lebih selektif memilih pembantunya terutama untuk tidak memilih menteri dan jaksa agung yang menangani penegakan hukum dari partai politik.

“Ini untuk menegakan supremasi hukum yang bebas intervensi. Saya pikir publik tidak ingin lagi ada kader parpol duduk di kejaksaan,” kata Auri.

Selain itu, ia juga meminta Jokowi untuk tidak lagi memilih menteri yamg populer di media sosial namun tidak punya prestasi serta memberikan kesempatan dari kalangan milenial yang tentunya yang kapabel sebagai menteri. “Tapi ini hanya usulan publik semua terserah Jokowi,” pungkas­nya.(gun/jpg/egp)

Laporan JPG, Jakarta

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Remisi Lebaran Dibagikan, 760 Warga Binaan Lapas Tembilahan Tersenyum Bahagia

Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…

1 hari ago

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Salat Id Bersama Wako Pekanbaru

Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…

1 hari ago

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

4 hari ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

5 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

5 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

5 hari ago